oleh

Islam Mengajarkan Selektif dalam Memilih Teman

Berikut ini pembahasan sebuah hadits tentang pentingnya selektif dalam memilih teman.

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

Tejemah Hadits

Dari sahabat Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Permisalan teman yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya, dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu, dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.”

Status Hadits

Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam shahihnya no. 5534, begitu pula Imam Muslim dalam shahihnya no. 2628.

Sahabat Perawi Hadits

Beliau adalah Abu Musa Al-Asy’ari Abdullah bin Qois bin Sulaim bin Hidhar radhiyallahu ‘anhu. Seorang sahabat yang terkenal. Beliau berhijrah ke Makkah kemudian ke Habasyah dan yang terakhir ke Madinah. Amirul mukminin Umar menunjuknya untuk menjadi gubernur di daerah Kuffah dan Bashrah. Beliau menaklukan kota Ahwaz, Ashbahan, dan berbagai wilayah lainnya. Wafat pada tahun 50 H. Semoga Allah meridhainya.

Faidah Hadits

  1. Dianjurkan memilih teman yang baik.
  2. Permisalan yang baik bagi seorang teman yang baik pula.
  3. Kuatnya pengaruh teman terhadap seseorang, oleh karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    «الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ»

    “(Agama) seorang itu tergantung agama temannya. Hendaknya seorang memerhatikan siapa saja yang menjadi temannya.” (HR. Abu Daud no. 4833 dari sahabat yang Mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, hadits hasan)

  4. Teman yang baik tidak hanya akan memberikan bau yang harum di dunia, namun akan memberikan buah yang lezat di akhirat. Allah Ta’ala berfirman:

    ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ ۝٦٧

    “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Az Zukhruf: 67)
  5.  Kecintaan seseorang di dunia akan memberikan efek di akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    «المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ»

    “Seseorang itu akan digabungkan bersama orang yang ia cintai.” (HR. Bukhari dalam shahihnya, no. 6168 dari sahabat yang mulia Abdullah Bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu).
    Maka cintailah dan bertemanlah dengan orang-orang yang baik.

  6. Bahayanya berteman dengan orang yang buruk dan jelek.
  7. Jeleknya permisalan teman yang buruk.

Sebagai penutup, kami haturkan doa kepada Allah, “Ya Allah berikanlah kepada kami teman yang baik yang membimbing kami kepada jalan-Mu ya, Allah, dan kumpulkanlah kami dengan orang yang shalih dari kalangan hamba-Mu.” Amin. Wallahu a’lam. SFW

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait