Hukum Mempelajari Tajwid dan Mengamalkannya

oleh

HUKUM MEMPELAJARI DAN MENGAMALKAN TAJWID

Pertanyaan:

Apa hukum mempelajari ilmu tajwid dan menerapkannya ketika membaca Al-Qur’an?

Jawaban:

Tentang hukum belajar ilmu tajwid dan beramal dengannya, ada 2 pendapat yang masyhur:

▪️ Pendapat Pertama:

Yaitu pendapat mayoritas ulama tajwid berpendapat bahwa: belajar tajwid adalah fardhu kifayah bagi umat islam. Adapun menerapkan kaidah dan hukumnya saat membaca Al Quran adalah wajib atas setiap mukallaf, walaupun tidak mengenal istilah-istilahnya. Sebagaimana ucapan Ibnul Jazari dalam al Muqaddimah :

وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لازِمُ  مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ الْقُرَآنَ آثِمُ

 “Barang siapa tidak memperbagus bacaan Al Quran akan terkena dosa. Mengamalkan tajwid (dengan rinciannya) adalah keharusan dan kelaziman.”

▪️ Pendapat Kedua:

Yaitu pendapat fuqoha’: Mereka berpendapat bahwa menjalankan kaidah dan hukum-hukum tajwid adalah perkara mustahab dan termasuk adab yang sebaiknya diterapkan saat membaca Al Quran, bukan hal yang wajib.

▪️ Pendapat Pertengahan

Dari dua pendapat tersebut, tampak pendapat pertengahan : Sebagaimana disimpulkan oleh sejumlah ulama bahwa tajwid (dengan rinciannya) bukanlah suatu amalan yang seluruhnya “wajib” secara syar’i.

Namun di antara sisi ilmu tajwid ada yang sifatnya wajib dipelajari dan diamalkan, seperti mempelajari sifat-sifat lazimah dari huruf-huruf sehingga bisa terucapkan dengan benar.

Tajwid itu sendiri merupakan satu bidang ilmu yang mencakup rincian yang luas. Tidaklah seluruhnya menempati nilai urgensi yang sederajat untuk diterapkan dalam membaca Kalamullah.