oleh

Hanya Amal yang Menemani di Alam Kubur

Amal adalah bekal manusia setelah keluar dari kehidupan dunia. Amal adalah salah satu faktor yang menentukan tempat kembalinya di akhirat kelak.

Hanya amal yang akan menemani seseorang di dalam kuburannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut:

Hadits Tentang Amal di Dalam Kubur

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَيَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga hal yang akan mengikuti jenazah, dua akan kembali dan satu akan tinggal bersamanya. Yang akan mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalannya. Keluarga dan hartanya kembali, sementara amalnya tetap tinggal.” (Muttafaqun ‘Alaihi, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Takhrij Hadits

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh dua pakar Hadits:

1- Al-Imam Bukhari dalam shahihnya no. 6514, pada Bab Sakaratul maut.

2- Al-Imam Muslim dalam shahihnya, pada Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaiq no. 2960.

Hadits ini diriwayatkan dari Anas bin Malik bin An-Nadhr Abu Hamzah Al-Anshary Al-Khazrajy, seorang Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berkhidmat membantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sepuluh tahun. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendoakan beliau,

اللهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

Artinya: “Ya Allah perbanyaklah hartanya dan anak-anaknya serta berkahilah untuknya”. (HR. Muslim no. 2480 di dalam shahihnya)

Beliau wafat pada tahun 92 H atau 93 H, ada perbedaan riwayat. Umur beliau mencapai 100 tahun lebih.

Makna Hadits Secara Global

Hadits ini menerangkan bahwa ketika manusia meninggal dunia, yang akan menemaninya di dalam kuburnya adalah amalannya. Dia akan mendapatkan nikmat jika amalan itu saleh. Sebaliknya akan mendapat siksa jika amalannya buruk.

Amal Saleh Berwujud Lelaki Tampan di Alam Kubur

Diterangkan dalam sebuah hadits, bahwa amalan saleh akan datang kepada pemiliknya dalam wujud seorang laki-laki yang sangat tampan. Dengan mengenakan pakaian yang sangat indah dan aroma semerbak mewangi, lalu dia mengatakan,

فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ، فَيَقُولُ لَهُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ، فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ، فَيَقُولُ: رَبِّ أَقِمِ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي، وَمَالِي “.

“Bergembiralah dengan kesenangan yang kamu dapatkan. Inlah harimu yang dahulu dijanjikan kepadamu.” Maka dia berkata (pemilik amalan), “Siapakah kamu? Seakan wajahmu adalah wajah orang yang datang membawa kebaikan.” Kemudian pria itu berkata, “Aku adalah amalan salehmu.” Lalu si pemilik amalan berkata, “Wahai Rabbku, tegakkanlah hari kiamat agar aku bisa kembali berjumpa dengan keluargaku dan hartaku.” (HR. Ahmad no. 18534, shahih).

Amal Buruk Berwujud Lelaki Jelek di Alam Kubur

Sebaliknya, amalan buruk akan datang dalam rupa seorang yang sangat buruk dengan pakaian yang buruk pula dan beraroma yang sangat bau. Masih di dalam hadits yang sama, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ، فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ، فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ، فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ

“Rasakanlah kejelekan yang kamu dapatkan. Inilah harimu yang dulu dijanjikan kepadamu.” Maka dia berkata (pemilik amalan), “Siapakah kamu? Seakan wajahmu adalah wajah orang yang datang membawa kejelekan.” Kemudian dia berkata (amalan buruknya), “Aku adalah amalanmu yang jelek.” Maka si pemilik amalan berkata, “Wahai Rabbku, jangan tegakkan hari kiamat.” (HR. Ahmad no.18534, sahih).

Cepat Beramal Saleh Sebelum Menyesal

Amal saleh akan diangan-angankan setiap manusia ketika datang sakratulmaut. Allah Ta’ala berkata di dalam al-Quran,

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ ۝٩٩

لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًۭا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ۝١٠٠

“Hingga apabila kematian datang kepada salah seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal saleh yang dahulu aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (al-Mukminun: 99-100)

Amal saleh diangan-angankan penduduk Neraka ketika Allah Ta’ala melemparkan mereka ke dalam api Neraka. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Quran,

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ ۝٣٧

“Mereka berteriak di dalam neraka, Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami! Niscaya kami akan mengerjakan amal saleh yang dahulu tidak kami kerjakan. Bukankah Kami telah memberi kalian umur yang cukup, sehingga ada kesempatan untuk berpikir bagi orang yang mau memikirkan, serta telah datang kepada kalian pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim.” (Fathir: 37)

Tidak ada kesempatan lagi untuk beramal saleh selain di dunia ini saja. Inilah hari beramal tanpa hisab, sementara di akhirat nanti adalah hisab tanpa amal. Umur manusia sangat pendek, sedangkan ajal tidak ada yang tahu kapan datangnya. Ketika ajal datang, tidak ada waktu pengunduran. Allah Ta’ala berkata,

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”(al-A’raf: 34)

Oleh karena itu marilah kita benar-benar memanfaatkan kehidupan dunia ini, yang Allah Ta’ala berikan kepada kita kesempatan atasnya untuk bisa beramal dengan amalan saleh.

Berjuang Mengerjakan Amal Saleh di Dunia

Sungguh kehidupan dunia ini sangat berat dan penuh perjuangan. Sekian banyak penghalang yang akan merintangi kita untuk beramal saleh. Diantara penghalang-penghalang itu adalah jiwa manusia sendiri. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ

“Sesungguhnya jiwa itu selalu menyuruh kepada keburukan.” (Yusuf: 53)

Penghalang yang lain adalah setan dan bala tentaranya. Iblis pimpinan mereka telah bersumpah di hadapan Allah Ta’ala untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya yang lurus. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam al-Quran,

قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَٰطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ ۝١٦

ثُمَّ لَءَاتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَٰنِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَٰكِرِينَ ۝١٧


“Iblis berkata, Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari arah muka dan belakang mereka; dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (al-A’raf: 16-17)

Maka para pembaca islamhariini.com, bersemangatlah mengerjakan amal saleh, sebagaimana yang dinasehatkan olah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْل الْمُظْلِم يُصْبِح الرَّجُل مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِح كَافِرًا يَبِيع دِينه بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

“Bersegeralah mengerjakan berbagai amalan sebelum datangnya fitnah (cobaan) seperti potongan-potongan malam. Seorang beriman di pagi hari, kafir di sore hari; beriman di sore hari, kafir di pagi hari. Dia menjual agamanya dengan sedikit kenikmatan dari dunia.” (HR. Muslim no.118 di dalam shahihnya)

Semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan kepada kita semua untuk beramal saleh yang Allah Ta’ala ridhai. Amin.

HRS-AAK

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait