oleh

Dalil Wajibnya Taat Pemerintah

Dalil Wajibnya Taat Pemerintah – Peran pemerintah dalam sebuah negara sangat krusial (penting). Dengan adanya pemerintah akan terjaga stabilitas negara, terwujud keamanan, serta tergapai berbagai kemaslahatan dunia maupun akhirat. Sebaliknya, jika sebuah negara tanpa pemerintah maka akan terjadi berbagai kerusakan –biidznillah-. Peperangan, pembunuhan dan berbagai kerusakan tidak terelakkan.

Apabila kita melihat kepada sejarah setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, tampuk kekhilafahan dipegang oleh Abu bakar as-Shiddiq, kemudian berlanjut kepada Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu ‘anhum. Dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan peran serta mereka, ketika itu stabilitas negara tetap aman dan terjaga.

Dalil Wajibnya Taat Pemerintah

Dalil wajibnya taat kepada pemerintah sangatlah banyak, diantaranya adalah firman Allah Ta’ala,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, Rasul dan pemerintah kalian.” (an-Nisa: 59)

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman,

وَ لَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ

“Dan sekiranya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemerintah) mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui (kebenarannya) akan dapat mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).” (an-Nisa: 83)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan untuk taat kepada pemerintah meskipun yang memimpin adalah seorang hamba sahaya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى بَعْدِي اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Aku wasiatkan kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta taat kepada pemerintah meskipun ia seorang budak (hamba sahaya) dari Ethiopia. Sungguh kalian akan menemui berbagai macam perselisihan sepeninggalku nanti.” (HR. Imam Ahmad no. 17144, shahih)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa taat kepada pemerintah merupakan bentuk ketaatan kepada Allah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيرِي [ص:62] فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ عَصَى أَمِيرِي فَقَدْ عَصَانِي

“Barangsiapa yang menaatiku, sungguh ia telah menaati Allah. Barangsiapa yang mendurhakaiku, sungguh ia telah durhaka kepada Allah. Barangsiapa menaati pemerintah, sungguh ia telah menaatiku. Barangsiapa yang mendurhakai pemerintah, sungguh ia telah durhaka kepadaku. (Muttafaqun ‘alaihi)

Taat Selama Bukan Maksiat

Namun ada satu kondisi yang kita tidak boleh menaati pemerintah, yaitu ketika diperintah dalam hal kemaksiatan kepada Allah. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَا طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada ketaatan dalam hal maksiat kepada Allah. Hanyalah ketaatan dalam hal kebaikan.” (HR. Muslim dalam shahihnya no. 1840)

Berdasarkan dalil-dalil di atas, seorang muslim tidak diperkenankan untuk keluar dari ketaatan terhadap pemerintah. Karena keluar dari ketaatannya akan menyebabkan berbagai macam kerusakan. Sekalipun pemerintah itu kejam, menindas rakyat dan merampas harta mereka. Selama pemerintah itu sah, maka petuah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita adalah tetap taat dan patuh kepadanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اسْمَعْ وَأَطِعْ فِي عُسْرِكَ وَيُسْرِكَ، وَمَنْشَطِكَ وَمَكْرَهِكَ، وَأَثَرَةٍ عَلَيْكَ، وَإِنْ أَكَلُوا مَالَكَ وَضَرَبُوا ظَهْرَكَ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَعْصِيَةً

“Dengar dan taatilah (pemerintah) di kala susah dan lapang, semangat dan terpaksa, meskipun pemerintah melakukan nepotisme (lebih mengutamakan kepentingan pribadi) kepadamu, mengambil hartamu, menyambuk punggungmu, kecuali jika ia memerintahmu dalam hal maksiat.” (HR. Ibnu Hibban no. 4562, shahih)

Semoga beberapa dalil-dalil di atas dapat menjadikan kita senantiasa taat kepada pemerintah dalam hal yang diridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengaruniakan kepada kita pemerintah yang adil dan selalu mengajak kepada jalan yang Allah cintai dan ridhoi. Amin. ANW

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait