Home / Aqidah dan Tauhid / 39 Contoh Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

39 Contoh Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Contoh Aqidah

Berikut kami sajikan beberapa contoh aqidah yang benar di dalam Islam yaitu aqidah ahlus sunnah wal jama’ah untuk diamalkan. Semoga dengan mengamalkannya bisa membantu kita untuk istiqomah di atas agama Islam.

1. Beriman kepada Allah Ta’ala,

Beriman yang dimaksud di sini adalah beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Beriman dengan cara menerima dan meyakininya sesuai dengan apa yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah (hadits).

Namun tidak sebatas itu saja, keimanan terhadap nama-nama dan sifat-sifat Allah harus harus tanpa tamtsil (memisalkan dengan makhluk), tanpa men-tasybih (menyerupakan dengan makhluk), tanpa tahrif (menyelewengkan maknanya) dan tanpa menta’thil (menolak/meniadakan atau menghapus sifat tersebut dari Allah Ta’ala).

2. Menyakini bahwa Allah Maha Esa.

Meyakini Allah Maha Esa dalam kekuasaannya, penciptaan-Nya, dan pengaturan-Nya.

Hal ini dilakukan dengan cara meyakini bahwa hanya Allah lah Dzat yang satu-satunya menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala manfaat dan menolak segala mudharat.

Meyakini juga bahwa Allah adalah Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum, mengetahui yang gaib dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal bagi Allah.

Seorang mukmin wajib meyakini bahwa tidak ada seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini.

3. Meng-esakan Allah dalam segala jenis ibadah.

Hal ini dilakukan dengan beribadah pada semua jenis ibadah hanya untuk Allah saja.

Termasuk dalam jenis ibadah seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Silahkan baca artikel kami tentang tauhid untuk penjelasan beserta dalil-dalilnya.

4. Berkeyakinan bahwa:

– berdo’a kepada orang yang telah wafat,
– meminta tolong kepada orang yang telah wafat dan
– begitu juga terhadap orang yang masih hidup,

PADA perkara yang tidak disanggupi kecuali oleh Allah adalah syirik.

Begitu juga meyakini jimat-jimat bisa memberikan manfaat bersama Allah atau tanpa Allah adalah syirik. Membawa jimat tanpa keyakinan adalah khurofat.

5. Berpegang dengan zahir ayat dan hadits tidak menta’wilkannya kecuali ada dalil yang membolehkannya baik dari Al-Qur’an maupun hadits.

6. Beriman bahwa kaum mukminin akan melihat Allah pada hari kiamat, tanpa mentakyif (menanyakan “bagaimana“).

7. Beriman dengan adanya syafa’at dan akan dikeluarkannya orang-orang yang bertauhid dari neraka. Baca artikel kami tentang Keutamaan Mempelajari Ilmu Tauhid yang Benar.

8. Mencintai para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan membenci orang-orang yang mencela mereka.

9. Meyakini bahwa menghina para sahabat berarti menghina agama ini. Karena merekalah yang membawa agama ini kepada kita.

10. Mencintai Ahlul Bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kecintaan yang berlandaskan syariat.

11. Mencintai Ahlul Hadits dan seluruh para pendahulu (salaf) yang shalih dari ummat ini.

12. Membenci Ilmu Kalam. Dan berkeyakinan bahwa ilmu kalam penyebab terbesar perpecahan ummat ini.

13. Tidak menerima keterangan dari kitab-kitab fiqih, tafsir, cerita-cerita lampau dari sejarah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kecuali yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.
Hal ini bukan berarti kita membuangnya dan tidak butuh kepadanya, tetapi kita mengambilnya dari kesimpulan para ulama ahlus sunnah wal jama’ah yang telah memahaminya dengan pemahaman yang benar. Dan tidak menerima hukum kecuali yang berdasarkan argumen yang shahih.

14. Berhujah dengan Al Qur’an dan hadits yang shahih dalam menulis kitab dan mengajarkan agama ini atau berkhutbah.

15. Membenci kitab-kitab para pemberi nasehat yang berhujah dengan cerita-cerita bohong dan hadits-hadits lemah, bahkan palsu.

16. Tidak mengkafirkan seorang muslim kecuali karena kesyirikan atau karena meninggalkan shalat atau murtad dan telah terpenuhi syarat-syarat pengkafirannya.

17. Beriman bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah (ucapan Allah), bukan makhluk.

18. Berlepas diri dari dakwah-dakwah jahiliyah.

19. Tidak boleh memberontak terhadap pemerintah kaum muslimin selama mereka masih muslim.

20. Berpendapat bahwa revolusi adalah cara yang merusak dan bukanlah cara yang membawa kebaikan bagi masyakarat.

21. Berpendapat bahwa dengan membuat jama’ah-jama’ah baru dan banyak sekarang ini termasuk penyebab perpecahan kaum muslimin dan yang melemahkan mereka.

22. Berpendapat bahwa dakwah politik, tidak cocok dan tidak baik untuk perbaikan masyarakat, karena bukan dakwah yang bertujuan untuk memperbaiki jiwa. Bahkan dakwah tersebut  adalah metode dakwah yang diada-adakan di dalam Islam yang menjadi fitnah, karena tegak dan berjalan diatas kebodohan terhadap syariat Islam terutama dalam hal aqidah dan metode beragama.

23. Tidak mengamalkan dan menyebarkan hadits-hadits dhaif (lemah), maudhu’ (palsu) dan yang tidak ada asalnya kecuali untuk menerangkan derajat sebenarnya dari hadits tersebut.

24. Menjauhid metode dakwah yang diada-adakan dalam Islam.

25. Meyakini bahwa dakwah kepada tauhid dan mengajak manusia kepada sunnah itu dapat mempersatukan ummat.

26. Menghasung manusia untuk menuntut ilmu yang bermanfaat yakni ilmu agama.

27. Menaruh perhatian tinggi terhadap Ilmu Tauhid yang benar

28. Mengikat pemahaman dengan Al-Qur’an dan Sunnah berdasarkan pemahaman para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

29. Berkeyakinan bahwa orang-orang yang memisahkan antara agama dan negara berarti ingin menghancurkan Dien (agama) ini dan ingin menyebarkan kekacauan seperti yang terjadi di sebagian negeri kaum muslimin yang mereka berkata “Agama untuk Allah dan negara untuk bersama”. Inil termasuk slogan-slogan jahiliyah

30. Berkeyakinan bahwa tidak ada izzah (kemuliaan) dan pertolongan bagi kaum muslimin, hingga mereka mau kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

31. Mengingkari orang yang membagi agama menjadi “kulit” dan “inti” karena ini adalah dakwah yang menghancurkan syariat Islam.

32. Mengingkari orang yang merasa tidak butuh kepada ilmu Sunnah dan mengatakan “Ini bukan waktu mempelajarinya”. Beginilah orang yang enggan mengamalkan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

33. Berpendapat handaknya kita mendahulukan yang paling penting dari yang penting. Maka wajib bagi seorang muslim untuk bersungguh-sungguh memperbaiki aqidah, kemudian membinasakan komunisme dan Ba’tsiyyah dan itu bisa tercapai dengan persatuan yang berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah di atas aqidah yang benar.

34. Berpendapat bahwa jama’ah yang merangkul Rafidhah, Syi’ah, Sufi, dan Sunni tidak bisa menghadapi musuh, karena keberhasilan tidak akan tercapai kecuali dengan ukhuwwah (persaudaraan) yang jujur dan persatuan dalam aqidah yang benar.

35. Membenci pemerintah-pemerintah yang ada sekedar (sesuai dengan) kejahatan yang mereka lakukan dan mencintai mereka sekedar (sesuai dengan) kebaikan yang ada pada mereka.

36. Mencintai Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

37. Tidak menerima fatwa kecuali berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang tsabit (kokoh).

38. Mengingkari dakwah-dakwah jahiliyah seperti kesukuan dan fanatisme budaya. Menggolongkannya hal ini ke dalam dakwah-dakwah jahiliyah dan termasuk sebab yang memundurkan umat Islam

39. Berkeyakinan bahwa orang yang mengingkari hadits tentang Al-Mahdi dan Dajjal serta turunnya Isa bin Maryam adalah sesat.

Yang kita maksud bukanlah imam Mahdi dari kalangan Rafidhah, akan tetapi Imam mahdi dari Ahlul bait Nabi yang tergolong Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi ini telah dipenuhi dengan kezaliman.

Berikut ini kami sajikan juga dalam bentuk file pdf untuk di download Contoh Aqidah pdf

Baca Juga

Berlebihan Menggunakan Air Wudhu

Hukum Berlebihan Menggunakan Air Wudhu

Tercela Bila Berlebihan Menggunakan Air Wudhu dari Keran Penyebutan air keran di atas hanya sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *