oleh

Akibat Dosa dan Kemaksiatan

Akibat Dosa dan Kemaksiatan – Dosa dan kemaksiatan menyebabkan berbagai kejelekan dan keburukan. Dampak buruk dosa dan kemaksiatan bagi hati seperti pengaruh buruk racun di dalam tubuh, sesuai dengan tingkatan kadar mudharatnya.

Akibat Dosa dan Kemaksiatan

Bukankah berbagai kejelekan dan penyakit-penyakit di dunia sebabnya adalah dosa dan kemaksiatan? Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah karena perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (Asy Syura: 30)

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”(Al Ankabut: 40)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al A’raf: 96)

Apakah yang menyebabkan keluarnya kedua ayah ibu umat manusia dari negeri kenikmatan menuju negeri yang penuh dengan kesusahan, kesedihan dan keletihan?

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaithan dari surga itu, kemudian dikeluarkan dari keadaan semula. Dan Kami berfirman, ‘Turunlah kalian, sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kalian ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” (Al Baqarah: 36).

Apakah yang menyebabkan iblis keluar dari golongan malaikat langit yang mulia dan menjadikan bentuk lahir dan batinnya seburuk-buruk makhluk serta menjadikan ia terlaknat dan dijauhkan dari rahmat Allah ?

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ () ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis mengatakan, ‘Karena Engkau telah menyesatkanku, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus,(*) kemudian aku akan datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al A’raf: 16-17)

Apakah yang menyebabkan tenggelamnya seluruh penduduk bumi sehingga air mencapai puncak-puncak gunung pada masa Nabiyullah Nuh?

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ ۙ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا ۖ إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ

“Lalu Kami wahyukan kepadanya: Buatlah perahu di bawah pengawasan dan wahyu Kami. Maka apabila telah datang perintah Kami dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam kapal itu sepasang dari tiap-tiap (jenis) dan juga keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan menimpa adzab) di antara mereka. Dan janganlah engkau berbicara kepadaKu tentang orang-orang yang dzhalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” (Al Mu’minun: 27)

Apakah yang menyebabkan datangnya angin yang membinasakan kaum ‘Ad, yang menjadikan mereka mayit-mayit yang berserakan seperti batang-batang pohon kurma yang kosong, angin yang membinasakan apa saja yang dilaluinya dari negeri-negeri, sawah, ladang pertanian dan hewan-hewan tunggangan mereka, sehingga mereka menjadi ibrah (pelajaran) bagi umat-umat setelahnya hingga hari kiamat?

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ () سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ () فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ

“Adapun kaum ‘Ad maka mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus, hingga engkau lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka adakah engkau melihat seorang saja dari mereka yang tertinggal (tidak dibinasakan)?” (Al Haqqah: 6-8)

Apakah yang menyebabkan datangnya suatu teriakan yang menggelegar kepada kaum Tsamud, yang memutus denyut-denyut jantung mereka, sehingga mereka semua mati dalam seketika? Di saat mereka dalam keadaan bergembira dan berkata:

هَٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا

“Inilah awan yang akan menurunkan hujan.” (Al Ahqaf: 24)

Allah pun berfirman:

بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُم بِهِ ۖ

“(Bukan)! Bahkan itulah adzab yang kalian minta supaya datang dengan segera.” (Al Ahqaf: 24)

Yaitu, kalian minta disegerakan dengan ucapan kalian: “Datangkanlah apa yang engkau janjikan kepada kami kalau engkau orang yang benar.”

Allah berfirman:

رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ

“(Yaitu) angin yang mengandung adzab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu.” (Al Ahqaf: 24-25)

Yakni, menghancurkan semua yang dilaluinya. Allah berfirman:

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

“Yang Allah timpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus. Maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).” (Al-Haqqah: 7)

فَأَصْبَحُوا لَا يُرَىٰ إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ

“Maka jadilah mereka tidak ada yang terlihat lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (Al-Ahqaf: 25)

Itu semua adalah akibat dosa dan kemaksiatan…

Semoga peringatan ini membantu kita untuk terus berjuang meningkatkan keimanan dengan melakukan berbagai ketaatan dan meninggalkan serta menjauhi berbagai dosa dan kemaksiatan.

join chanel telegram islamhariini 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait