Home / Ibadah / Fiqih Puasa / Pengertian Puasa Dalam Islam

Pengertian Puasa Dalam Islam

Pengertian Puasa – Wajib bagi seorang muslim untuk berilmu sebelum beramal. Karena ilmu merupakan pokok atau landasan dari sebuah amal. Ilmu juga menyebabkan amal yang sedikit menjadi barakah. Dengan mengetahui pengertian puasa beserta hal-hal yang terkait dengannya sebelum kita mengamalkan ibadah ini, semoga ibadah puasa yang kita lakukan dengan ikhlas tersebut diterima dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

”Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’)

Pengertian Puasa

 

Pengertian Puasa Secara Bahasa (Shiyam/Shaum)

Sebelum lanjut membahas pengertian puasa, perlu diketahui bahwa kata Shiyam dan Shaum, telah tercantum di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia); pada kata (Siam dan Saum) tanpa huruf ‘h’ yang berarti puasa.

Secara Etimologi / Lughawi

Secara lughowi (bahasa) Ash-Shaum (الصَّوْمُ) bermakna (الإِمْسَاكُ) yang artinya menahan. Atas dasar itu berkata Al-Imam Abu ‘Ubaid dalam kitabnya Gharibul Hadits :

كُلُّ مُمْسِكٍ عَنْ كَلاَمٍ أَوْ طَعَامٍ أَوْ سَيْرٍ فَهُوَ صَائِمٌ

“Semua orang yang menahan diri dari berbicara atau makan, atau berjalan maka dia dinamakan Sha`im (orang  yang sedang bershaum).” [1])

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala :

( إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا ( مريم: ٢٦

“Sesungguhnya aku telah bernadzar shaum untuk Ar-Rahman, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini” (Maryam : 26)

Shahabat Anas bin Malik dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhum berkata :  صَوْمًا maknanya adalah  صَمْتًا  yaitu menahan diri dari berbicara. [2])

Baca Juga : Tata Cara Wudhu yang Benar

Pengertian Puasa Secara Terminologi / Istilah

‘Ibarah (ungkapan) para ‘ulama berbeda dalam mendefinisikan ash-shaum secara tinjauan syar’i, yang masing-masing definisi tersebut saling melengkapi. Sehingga kami pun sampai pada kesimpulan bahwa definisi ash-shaum secara syar’i adalah :

إِمْسَاكُ الْمُكَلَّفِ عَنِ اْلمُفَطِّرَاتِ بِنِيَّةِ التَّعَبُّدِ للهِ مِنْ طُلُوعِ اْلفَجْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ

Usaha seorang mukallaf untuk menahan diri dari berbagai pembatal ash-shaum disertai dengan niat beribadah kepada Allah,  dimulai sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Penjelasan definisi

1. Pernyataan “al-mukallaf” menunjukkan bahwa ash-shaum secara syar’i adalah yang dilakukan oleh para mukallaf yaitu orang-orang yang telah terkenai kewajiban ibadah, dari setiap muslim yang sudah baligh dan sehat akalnya.

2.  Pernyataan “dengan disertai niat beribadah kepada Allah” menunjukkan bahwa ash-shaum harus disertai dengan niat shaum sebagai sebuah bentuk ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

3. Pernyataan “dimulai sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari

(وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ(البقرة: ١٨٧

Dan makan minumlah kalian hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu (cahaya) fajar. Kemudian sempurnakanlah shaum itu sampai (datangnya) malam. (Al-Baqarah : 187)

——————
[1] Gharibul Hadits (I/325-326, 327). Lihat Subulus Salam karya Ash-Shan’ani, awal Kitabush Shiyam.

[2] Lihat Tafsir Ibni Katsir tafsif surat Maryam ayat 26.

Baca Juga: HAL ILMIAH TENTANG MALAM NISFU SYA’BAN

Yang Wajib Diketahui Selain Pengertian Puasa

Pada artikel kali ini kami hanya membahas tentang Pengertian Puasa saja. Hal ini untuk memudahkan pembaca dalam memahami dan menghilangkan kebosanan dalam membaca artikel di situs ini. Namun selain pengertian puasa penting bagi kita mengetahui hal-hal terkait ibadah puasa, seperti: jenis-jenis puasa, hukum puasa, sejarah disyari’atkannya puasa serta tata cara puasa sesuai yang disyari’atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang insya Allah akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

Semoga bermanfaat.

Referensi : Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *