<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Islam Hari Ini</title>
	<atom:link href="http://islamhariini.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://islamhariini.com</link>
	<description>Ad Dien Al Muamalat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 May 2013 00:25:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.1</generator>
		<item>
		<title>Satu Dinar Dibarter Dua Ekor Kambing</title>
		<link>http://islamhariini.com/2012/10/11/satu-dinar-dibarter-dua-ekor-kambing/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2012/10/11/satu-dinar-dibarter-dua-ekor-kambing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2012 01:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.com/?p=4137</guid>
		<description><![CDATA[SLEMAN &#8211; Pemilik usaha penjualan hewan kurban di Yogyakarta, Agus Pomo Wicaksono mengaku kian banyak pemesan ternak kambing dan sapi untuk dijadikan hewan kurban. Bahkan, ada yang membarter satu koin Dinar dengan dua kambing. “Jika sapi dapat dibarter antara lima sampai enam Dinar,” papar Agus kepada KRjogja.com, Rabu (10/10). Selain hewan kurban, sebutnya, transaksi kebutuhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/10/Angkringan_Sarapan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4138" title="Angkringan_Sarapan" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/10/Angkringan_Sarapan.jpg" alt="" width="510" height="280" /></a></p>
<p>SLEMAN &#8211; Pemilik usaha penjualan hewan kurban di Yogyakarta, Agus Pomo Wicaksono mengaku kian banyak pemesan ternak kambing dan sapi untuk dijadikan hewan kurban. Bahkan, ada yang membarter satu koin Dinar dengan dua kambing.</p>
<p>“Jika sapi dapat dibarter antara lima sampai enam Dinar,” papar Agus kepada KRjogja.com, Rabu (10/10).</p>
<p>Selain hewan kurban, sebutnya, transaksi kebutuhan sehari-hari sudah banyak yang menggunakan Dinar maupun Dirham.  Terlebih yang tergabung dalam komunitas pengguna Dinar-Dirham seperti komunitas Saudagar Nusantara (Saudara).</p>
<p>Terpisah, Saleh Eko Marwiyanto asal Pogung Kidul Sleman sudah membarter satu Dinar dengan dua kambing. Satu Dinar terbuat dari emas 22 karat/91,7%, berat 4,25gram dan diameternya 23 mm. Saat ini  setara dengan Rp 2.292.000. Lain halnya dengan koin Dirham terbuat dari perak murni. “Nilai Dinar dan Dirham relatif stabil sepanjang waktu, sehingga terhindar dari inflasi,” tandas Saleh yang juga tergabung dalam komunitas Saudara. (Yan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2012/10/11/satu-dinar-dibarter-dua-ekor-kambing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Allah Dalam Penciptaan Emas Dan Perak</title>
		<link>http://islamhariini.com/2012/09/24/rencana-allah-dalam-penciptaan-emas-dan-perak/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2012/09/24/rencana-allah-dalam-penciptaan-emas-dan-perak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2012 00:04:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[World News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.com/?p=4119</guid>
		<description><![CDATA[Emas dan perak adalah dua nikmat karunia Allah, dengan saran keduanya setiap urusan duniawi dapat berjalan dengan lancar. Sebenarnya mereka tidak berarti apa-apa selain hanya sejenis batu dan tidak mempunyai suatu nilai apapun pada dirinya. Manusia ingin memiliki bahkan menguasai emas dan perak sebanyak-banyaknya, karena dengan nilai tukar merekalah berbagai barang dan komoditas dunia dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/09/Coffee_Morning.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4120" title="Coffee_Morning" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/09/Coffee_Morning.jpg" alt="" width="510" height="280" /></a></p>
<p>Emas dan perak adalah dua nikmat karunia Allah, dengan saran keduanya setiap urusan duniawi dapat berjalan dengan lancar. Sebenarnya mereka tidak berarti apa-apa selain hanya sejenis batu dan tidak mempunyai suatu nilai apapun pada dirinya. Manusia ingin memiliki bahkan menguasai emas dan perak sebanyak-banyaknya, karena dengan nilai tukar merekalah berbagai barang dan komoditas dunia dapat dibeli.</p>
<p>Ada sebagian sarana, benda atau barang yang tidak dimiliki oleh setiap manusia dan ada sebagain sarana, benda atau barang lain yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Sebagai contoh, sekelompok orang memiliki makanan, tetapi tidak memilik onta untuk kendaraan. Sebaliknya ada sekelompok orang yang memiliki onta tapi tidak dapat mengahasilkan makanan sendiri, padahal mereka membutuhkan makanan. Maka dari itu, di antara mereka ada kebutuhan untuk tukar-menukar kedua jenis barang tersebut dan keperluan untuk menetapkan nilai dari masing-masing barang. Tetapi nilai antara barang yang satu dengan yang lain tidak sama. Oleh karena itu, emas dan perak berperan sebagai hakim atau juri bagi semua barang untuk penetapan nilainya dan untuk mendapatkan benda-benda atau barang-barang melalui perantara mereka. Kemudian disepakati bahwa harag seekor onta adalah seratus dinar dan bahwa harga 100 ekor ayam adalah sama. Maka dengan pertolongan emas dan perak, nilai-nilai barang dagangan, seperti binatang ternak, makanan dan sebagainya disesuaikan, meskipun emas dan perak itu sendiri sebenarnya tidak mempunyai harga pada dirinya sendiri.</p>
<p>Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;alla</em> menunjuk dan mengangkat mereka sebagai hakim untuk penentuan nilai dan harga semua benda dan untuk nilai tukar benda-bendaitu. Oleh karena itu, emas dan perak ini disukai oleh manusia. Orang yang mempunyai emas dan perak dengan demikian memiliki nilai tukar itu, yang berarti memiliki benda atau barang. Sebidang cermin tidak mempunyi nilai apapun terhadap dirinya sendiri, tetapi nilainya terletak pada fakta bahwa ia menerima dan menampilkan gambar atau citra. Sama halnya dengan emas dan perak, karena dengan nilai tukar mereka, semua barang atau benda yang diperlukan manusia dapat dibeli. Ada pula rencana-rencana lain, seperti halnya sebuah kata tidak mempunyai arti apapun jika ia tidak digabungkan dengan kata-kata lainnya.</p>
<p><strong>Penyalahgunaan Emas Dan Perak</strong><br />
Orang yang dengan emas dan perak ini melakukan suatu perbuatan berlawanan dengan rencana dan kehendak Allah, berarti ia telah berbuat dosa dan durhaka kepada Allah dan tidak berterima kasih kepada nikmat karunia yang Allah Ta’ala berikan kepadanya. Apabila ia menggunakan keduanya namun malah menyimpannya di bawah tanah atau menimbunnya dalam jangka waktu yang lama, berarti ia telah melakukan kezaliman yang besar dan melalaikan tujuan Allah dengan penciptaan emas dan perak itu. Emas dan perak tidak diciptakan khusus bagi Zaid atau Amar, tetapi sebagai alat tukar bagi barang dan komoditas. Mereka juga tidak diciptakan bagi makanan atau untuk dimakan. Ada tulisan Allah ‘Azza wa Jalla di alam semesta ini mengenai segala sesuatu namun tanpa kata-kata. Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>“…<em>dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahulah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapatkan) siksa yang pedih</em>” (Surat at- Taubah 9:34)</p>
<p><strong>Emas Dan Perak Digunakan Sebagai Sarana (Wasilah)</strong><br />
Barang siapa yang menggunakan emas dan perak sebagai barang-barang rumah tangga, wadah atau benjana atau semacamnya, maka sesungguhnya ia telah berbuat yang bertentangan dengan tujuan penciptaan emas dan perak dan hal itu dilarang oleh Allah. Dan berarti ia telah berbuat dosa dan maksiat kepada Allah <em>Subhanahu wa ta&#8217;alla</em>. Keadaan orang tersebut bahkan lebih buruk daripada keadaan orang yang menimbunnya atau menyimpannya. Benjana dapat dibuat dari besi, tembaga, atau keramik namun mereka tidak mempunyai nilai tukar, dan benda-benda atau barang-barang lain tidak dapat dibeli dengan menggunakan besi, tembaga atau logam lain. Untuk tujuan sebagai alat tukar inilah emas dan perak diciptakan oleh Allah, bukan untuk dijadikan wadah dan bejana. Oleh karen itu Rasulullah <em>shalallahu alaihi wassalam</em> bersabda,</p>
<p>“<em>Barang siapa yang meminum dari bejana emas dan perak, maka seolah-olah ia menuangkan sebongkah api neraka ke dalam perutnya</em>”</p>
<p><strong>Emas dan Perak Digunakan Sebagai Alat Bunga-Membungakan Uang.</strong><br />
Orang yang membuka usaha jual-beli emas dan perak dalam rangka memperoleh keuntungan atau dengan kata lain untuk memperoleh bunga, maka berarti ia sedang berbuat sesuatu yang berlawanan dengan rencana dan tujuan Allah dan karena itu ia berbuat dosa dan maksiat kepada-Nya. Ia dianggap tidak bersykur kepada nikmat karunia Allah, karena keduanya tidak diciptakan untuk jual-beli, namun sebagai sarana atau perantara untuk mendapatkan benda-benda atau barang-barang yang diperlukan. Ketika sesorang berdagang jenis-jenis barang yang sama, misalnya berjual-beli emas, maka disana ada perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Rencana terhadap kedua jenis logam mulia ini seperti kata dalam sebuah kalimat, maksudnya gabungan kata-kata akan memberi arti, atau seperti warna-warna dalam sebuah cermin. Dengan demikian, alat tukar emas dan perak untuk emas dan perak tidaklah mempunyai makna, artinya sia-sia dan buang waktu saja. Seperti itulah tujuan penimbunan emas dan perak, sehingga karenanya menimbun emas dan perak akan dihukumi dengan perbuatan zalim.</p>
<p>Mungkin di antara kita ada yang bertanya, mengapa emas boleh (halal) dipertukarkan dengan perak?</p>
<p>Jawabannya adalah tujuan emas diciptakan berbeda dari tujuan penciptaan perak, karena sekeping emas dapat ditukarkan dengan beberapa keping perak. Gambarannya tidak berbeda dengan setalen dapat ditukar dengan tiga uang, satu rupee dapat ditukar seratus paisa, atau satu dolar dapat ditukar dengan 100 sen, yang dengannya banyak benda atau barang yang bernilai lebih rendah dapat dibeli. Apabila mempertukarkan emas dengan perak dilarang, maka benda-benda atau barang-barang tidak mudah dibeli atau dijual. Satu rupee dapat ditukar dengan satu rupee yang lain, karena tidak seorang pun yang ingin melakukan hal itu tanpa keuntungan, tetapi satu rupee tidak dapat ditukarkan untuk lebih dari satu rupee. Pemakaian uang tiruan (meski nilainya tertera jelas, dalam hal ini uang kertas––penerj.) tidak sah, karena pemilik mata uang emas tidak mau menerima uang tiruan sekalipun jumlah mata uang tiruan jauh lebih besar. Sistem barter juga tidak diperbolehkan karena barang yang baik dan barang yang buruk disamakan, padahal berbeda nilainya.</p>
<p>Menimbun bahan pangan juga tidak baik karena bahan pangan diciptakan untuk memelihara tubuh. Apabila ada upaya penimbunan barang-barang ini dalam jangka waktu yang cukup lama, maka tujuan penciptaan bahan pangan ini menjadi terabaikan. Orang yang mempunyai kelebihan bahan pangan harus memberikannya kepada orang-orang yang meminta karena membutuhkan. Orang yang menginginkan bahan pangan dengan cara dipertukarkan dengan jenis bahan pangan yang sama tidak dapat memperolehnya secara sah karena ia tidak mempunyai kebutuhan padanya. Oleh karen itu syariat mengutuk orang-orang yang menimbun bahan pangan. (sumber tulisan: Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazzali. Oleh: Abbas)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2012/09/24/rencana-allah-dalam-penciptaan-emas-dan-perak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maklumat Penerbitan Dinar Nabawi</title>
		<link>http://islamhariini.com/2012/08/04/maklumat-penerbitan-dinar-nabawi/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2012/08/04/maklumat-penerbitan-dinar-nabawi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2012 02:16:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.com/?p=4088</guid>
		<description><![CDATA[Dirham 7/10 mistqal, Dinar 1 mitsqal dan Daniq (1/6 Dirham) berbahan emas dan perak murni Bismillah. Dengan memuji Allah dan rasul-Nya, di bulan Ramadhan 1433H yang penuh berkah, bersama ini IMN-World Islamic Standard atau Islamic Mint Nusantara ingin menyampaikan kabar baik untuk orang beriman dan bertakwa bagi seluruh muslim Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapore, Philipina, Burma, Thailand, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/08/Dinar-Nabawi_03082012.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4090" title="Dinar-Nabawi_03082012" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/08/Dinar-Nabawi_03082012.jpg" alt="" width="510" height="280" /></a></p>
<p><em>Dirham 7/10 mistqal, Dinar 1 mitsqal dan Daniq (1/6 Dirham) berbahan emas dan perak murni</em></p>
<p>Bismillah. Dengan memuji Allah dan rasul-Nya, di bulan Ramadhan 1433H yang penuh berkah, bersama ini <strong><a href="http://islamicmintnusantara.wordpress.com/">IMN-World Islamic Standard</a> </strong>atau <strong><a href="http://islamicmintnusantara.wordpress.com/">Islamic Mint Nusantara</a></strong> ingin menyampaikan kabar baik untuk orang beriman dan bertakwa bagi seluruh muslim Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapore, Philipina, Burma, Thailand, India dan dunia bahwa telah diselesaikannya proses cetak Dinar Nabawi dengan standar <em>mitsqal</em> atau disebut standar Nabawi. Dinar Nabawi siap diedarkan oleh IMN-World Islamic Standard.</p>
<p>Dinar Nabawi ini adalah koreksi <strong>IMN-World Islamic Standard</strong> atas <span style="text-decoration: underline;">Dinar standar lama yang kadar dan beratnya kurang sempurna</span>, Dinar Nabawi 4.44 gram (9999) ini berdasarkan satuan berat <em>mitsqal</em> melalui penelitian IMN dan penimbangan terhadap 72 bulir gandum barley (organik) ukuran sedang, Al Quran, hadist, tafsir, referensi sejarah, bukti arkeologis, fikih zakat,  ijma ulama, keputusan otoritas dan dengan kemampuan metalurgi untuk kadar kemurniaan terbaik, yang di dokumentasikan dalam Fatwa IMN atas berat dan kadar Dinar dan Dirham Islam, telah diterbitkan pada tahun 2011. Mengenai Dinar standar lama dari IMN dapat ditukarkan dengan Dinar Nabawi tersebut yang mengikuti tata cara dan syarat pertukaran yang akan di umumkan segera oleh IMN. <span style="color: #333333;"><strong>IMN-World Islamic Standard dengan ini secara resmi memberhentikan proses cetak dari koin Dinar standar lama 4.25 gr (22K/917). Alhamdulillah</strong></span>.</p>
<p>Dinar Nabawi dari IMN-World Islamic Standard mempunyai spesifikasi terbaik sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Berat</strong>: 1 mitsqal atau 4.44 gram atau 1/7 troy ounce<br />
<strong>Diameter</strong>: 22 mm<br />
<strong>Bahan</strong>: Emas Murni (AU/9999)<br />
<strong>Pencetak</strong>: IMN-World Islamic Standard</p>
<p style="padding-left: 30px;">Pada koin Dinar Nabawi tersebut tercetak tanda sebagai berikut: sebutan koin, berat koin dalam gram dan troy ounce, kemurniaan bahan, nama pencetak dalam otoritas.</p>
<p>Mari bersegera kita mengamalkan apa yang diperintahkan Allah dan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah <em>shalallahu alaihi wassalam</em> untuk masuk ke dalam islam secara keseluruhan dalam muamalah kita. Dengan Standar Nabawi ini maka Dinar tersebut dapat berkomunikasi atau bertukar langsung dengan standar <em>troy ounce</em> koin lain di luar Islam seperti koin koin Maple 9999 (Canada), American Buffalo 9999 (USA), R1 and R2 9999 (South Africa) dan Panda (China).</p>
<p>Semoga Allah menambahkan kekuatan iman dan takwa kepada kita semua dalam upaya memerangi riba dan semoga Allah menambahkan cinta yang tinggi kepada kita untuk mengamalkan urusan penting ini dengan keikhlasan serta niat yang lurus, amin. IMN-World Islamic Standard juga mengucapkan  terimakasih dan salam hormat kepada semua pihak yang telah dengan ikhlas membantu kami dalam waktu, tenaga, harta dan mendorong kami untuk terus mengerjakan urusan penting ini, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang tak terhingga kepada mereka semua, Demikian maklumat kami untuk seluruh umat muslim di Nusantara dan dunia. amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2012/08/04/maklumat-penerbitan-dinar-nabawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirham Nabawi, Standar Nusantara</title>
		<link>http://islamhariini.com/2012/07/13/dirham-nabawi-standar-nusantara/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2012/07/13/dirham-nabawi-standar-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2012 03:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.com/?p=4021</guid>
		<description><![CDATA[Dengan penyempurnaan standar berat dan kadar baru untuk Dinar dan Dirham yang telah ditetapkan oleh IMN-World Islamic Standard, berbasis satuan klasik mitsqal atau 72 bulir gandum barley (organik) ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya maka Dirham 3.11 gram atau 7/10 mitsqal atau 1/10 troy ounce dan Daniq (1/6 Dirham) 0.518 gr (1/60 troy ounce) dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/07/Dirham_Nabawi_Silver.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4022" title="Dirham_Nabawi_Silver" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/07/Dirham_Nabawi_Silver.jpg" alt="" width="510" height="280" /></a></p>
<p>Dengan penyempurnaan standar berat dan kadar baru untuk Dinar dan Dirham yang telah ditetapkan oleh IMN-World Islamic Standard, berbasis satuan klasik <em>mitsqal</em> atau 72 bulir gandum barley (organik) ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya maka Dirham 3.11 gram atau 7/10 mitsqal atau 1/10 troy ounce dan Daniq (1/6 Dirham) 0.518 gr (1/60 troy ounce) dapat bertukar langsung dengan koin Silver Eagle 1 troy ounce (31.1 gram/999) atau dengan Silver Dirham APMEX 1/10 troy ounce.</p>
<p>Dengan berjalannya waktu maka kegiatan muamalah untuk perdagangan dan pasar terbuka bagi muslim dan masyrakat umum di Amerika, Eropa, Afrika, dan Russia atau dimanapun dapat menggunakan koin-koin emas dan perak berbasis satuan troy ounce di negara mereka yang secara paralel dapat bertukar Dinar dan Dirham nabawi satuan mitsqal yang telah distandarisasi untuk dunia muslim oleh IMN-World Islamic Standard.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2012/07/13/dirham-nabawi-standar-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maklumat Penerbitan Dirham Nabawi</title>
		<link>http://islamhariini.com/2012/05/24/maklumat-penerbitan-dirham-nabawi/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2012/05/24/maklumat-penerbitan-dirham-nabawi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2012 23:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Gold]]></category>
		<category><![CDATA[islamic]]></category>
		<category><![CDATA[maklumat]]></category>
		<category><![CDATA[mint]]></category>
		<category><![CDATA[mitsqal]]></category>
		<category><![CDATA[nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[perak.]]></category>
		<category><![CDATA[Silver]]></category>
		<category><![CDATA[standar]]></category>
		<category><![CDATA[sultan]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.com/?p=3795</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrah, Dengan memuji Allah dan rasul-Nya, bersama ini IMN-World Islamic Standard atau Islamic Mint Nusantara ingin menyampaikan kabar baik untuk seluruh muslim Nusantara dan dunia bahwa telah diselesaikannya proses cetak Dirham Nabawi dengan standar mitsqal atau disebut standar Nabawi. Dirham Nabawi siap diedarkan oleh IMN-World Islamic Standard. Dirham Nabawi ini adalah koreksi IMN-World Islamic Standard [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/05/Dirham_311.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4105" title="Dirham_311" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/05/Dirham_311.jpg" alt="" width="510" height="280" /></a></p>
<p>Bismillahirrah, Dengan memuji Allah dan rasul-Nya, bersama ini<strong> <a href="http://islamicmintnusantara.wordpress.com/">IMN-World Islamic Standard</a></strong> atau <strong><a href="http://islamicmintnusantara.wordpress.com/">Islamic Mint Nusantara</a></strong> ingin menyampaikan kabar baik untuk seluruh muslim Nusantara dan dunia bahwa telah diselesaikannya proses cetak Dirham Nabawi dengan standar <em>mitsqal</em> atau disebut standar Nabawi. Dirham Nabawi siap diedarkan oleh IMN-World Islamic Standard.</p>
<p>Dirham Nabawi ini adalah koreksi IMN-World Islamic Standard atas berat dan kadar dari Dirham standar lama yang beratnya kurang sempurna, Dirham Nabawi mengikuti satuan berat <em>mitsqal</em> dengan kadar terbaik sesuai Fatwa IMN atas berat dan kadar Dinar dan Dirham Islam yang telah diterbitkan pada tahun 2011. Mengenai Dirham standar lama dari IMN dapat ditukarkan dengan Dirham Nabawi tersebut dengan mengikuti tata cara dan syarat pertukaran yang akan di umumkan segera oleh IMN. IMN dengan ini memberhentikan proses cetak dari koin Dirham standar lama. Alhamdulillah.</p>
<p>Dirham Nabawi dari <strong>IMN-World Islamic Standard</strong> mempunyai spesifikasi sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Berat</strong>: 3.11 gram atau 1/10 troy ounce atau 7/10 mitsqal<br />
<strong>Diameter</strong> : 23 mm<br />
<strong>Bahan</strong>: Perak Murni (AG/999)<br />
<strong>Penceta</strong>k: IMN-World Islamic Standard</p>
<p style="padding-left: 30px;">Pada koin Dirham Nabawi tersebut tercetak tanda sebagai berikut: sebutan koin, berat koin dalam gram dan troy ounce, kemurniaan bahan, tahun diterbitkan, nama pencetak dalam otoritas.</p>
<p>Mari bersegera kita mengamalkan apa yang diperintahkan Allah dan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah<em> salallahu alaihi wassalam</em> untuk masuk ke dalam islam secara keseluruhan dalam muamalah kita. Dengan Standar Nabawi ini maka Dirham tersebut dapat berkomunikasi atau bertukar langsung dengan standar troy ounce koin lain di luar Islam seperti koin koin Maple (Canada), American Eagle (USA), Krugerand (South Africa) dan Panda (China).</p>
<p>Semoga Allah menambahkan kekuatan iman dan takwa kepada kita semua dalam upaya memerangi riba dan semoga Allah menambahkan cinta yang tinggi kepada kita untuk mengamalkan urusan penting ini dengan keikhlasan serta niat yang lurus, amin. IMN-World Islamic Standard juga mengucapkan  terimakasih dan salam hormat kepada semua pihak yang telah dengan ikhlas membantu kami dalam waktu, tenaga, harta dan mendorong kami untuk terus mengerjakan urusan penting ini, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang tak terhingga kepada mereka semua, Demikian maklumat kami untuk seluruh umat muslim di Nusantara dan dunia. amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2012/05/24/maklumat-penerbitan-dirham-nabawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Hari Ini, Amalkan Kembali Paguyuban</title>
		<link>http://islamhariini.com/2012/04/04/islam-hari-ini-mengamalkan-kembali-paguyuban/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2012/04/04/islam-hari-ini-mengamalkan-kembali-paguyuban/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 00:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Daniq]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Paguyuban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.com/?p=3654</guid>
		<description><![CDATA[Paguyuban adalah perkumpulan para pekerja ahli yang juga diikuti oleh para pemagang yang sambil belajar juga melakukan pekerjaan bersama secara horisontal dengan dasar persaudaraan karena Allah. Tidak ada biaya yang dikenakan bagi para pemagang dan juga tidak ada upah bagi para ahli untuk mengajarkan keahliannya. Bahkan pemagang malah bisa memperoleh uang dari keahliannnya membantu para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/04/Jual_Krupuk.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3655" title="Jual_Krupuk" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/04/Jual_Krupuk.jpg" alt="" width="469" height="350" /></a></p>
<p>Paguyuban adalah perkumpulan para pekerja ahli yang juga diikuti oleh para pemagang yang sambil belajar juga melakukan pekerjaan bersama secara horisontal dengan dasar persaudaraan karena Allah. Tidak ada biaya yang dikenakan bagi para pemagang dan juga tidak ada upah bagi para ahli untuk mengajarkan keahliannya. Bahkan pemagang malah bisa memperoleh uang dari keahliannnya membantu para ahli yang mempunyai pekerjaan atau keahlian tertentu, dan juga para ahli bisa memperoleh manfaat dari keahlian para pemagang untuk menyelesaikan pekerjaannya.</p>
<p>Paguyuban dapat diartikan perkumpulan yang bersifat kekeluargaan, dan dalam muamalah adalah perkumpulan para pekerja ahli, sekaligus merupakan tempat belajar dan mengajar (magang) yang alamiah dari suatu masyarakat. Di Indonesia sejak dahulu dari generasi ke generasi masyarakat beradab mengatur perdagangan mereka melalui paguyuban. Sepanjang sejarah, sistem paguyuban mewakili gerak hati alamiah masyarakat untuk memerintah dirinya sendiri menghadapi perubahan-perubahan mengikuti perkembangan dan kemajuan.</p>
<p>Paguyuban adalah tempat belajar untuk menjadi ahli di bidangnya yang terbuka bagi siapa saja yang mempunyai keinginan yang kuat dan sungguh-sungguh. Paguyuban adalah tempat belajar dan sekaligus tempat bekerja karena bukan hanya berhubungan dengan para ahli saja tapi juga berhubungan dengan para pembeli atau konsumen yang membutuhkan produk atau jasa dari perkumpulan para ahli atau pakar tersebut.</p>
<p>Para pemagang di paguyuban bukan hanya belajar keahlian di bidang tertentu saja tapi langsung belajar juga dari mulai cara menjual produk dan jasanya kepada pembeli, perancangan produksi, proses pembuatan, pengemasan produk, produk akhir dan layanan purna jual. Dan juga para pemagang ini juga belajar bagaimana adab-adab dalam berhubungan dengan majikan, bawahan, mitra kerja dan konsumen. Adab ini jauh lebih penting dari keahlian yang dipelajari, maka para ahli bisa ditinggalkan oleh para pemagang seandainya tidak mempunyai adab-adab yang sesuai syar’i.</p>
<p>Setelah mengalami masa belajar di paguyuban, para pemagang ini bisa langsung menjadi pedagang mandiri yang langsung bisa menjual produk dan jasanya di Pasar Islam atau bisa juga memilih untuk bekerja kapada orang lain dengan sistem upah atau bisa juga menjadi pekerja lepas dengan basis proyek atau pekerjaan.</p>
<p>Paguyuban adalah sekaligus tempat riset dan pengembangan baik dari sisi keahlian maupun dari sisi produk. Keahlian dan produk hasil riset ini bisa langsung dijual di Pasar Islam tanpa harus menunggu permodalan, pemasaran dan sistem distribusi tertutup yang telah dikuasai oleh segelintir orang (oligarki kapitalis).</p>
<p>Tempat belajar hari ini telah turun derajat ke dalam organisasi kaku tertutup (ekslusif) yang akhirnya membolehkan hak-hak istimewa yang men-setting murid hanya untuk menjadi pegawai yang tidak mengenal barakah, halal, haram dan syubhat dalam mencari nafkah. Dan ini adalah bagian dari sistem riba (monopoli). Tempat belajar dan bekerja hari ini telah dibuat urusan keduniawian, dicabut dari makna din (agama), dia telah dipindahkan dari bagian syariat. Din sekarang telah dianggap kedudukan agama yang hanya terbatas pada ibadah ritual harian.</p>
<p>Sedangkan muamalah, bagian syariat yang berurusan dengan cara belajar dan transaksi-transaksi yang berurusan dengan perdagangan telah dihilangkan, yang akhirnya membantu kepentingan sistem riba (bank, uang kertas dan monopoli).</p>
<p>Lihat saja hari ini, tempat belajar dengan alasan ingin dikatakan modern, telah berlomba-lomba untuk menghiasi gedung dan peralatannya dengan cara meminjam dari rentenir yang bunga ribanya dibebankan kepada para murid. Wajar saja, kalau biaya belajarnya terus naik dari tahun ke tahun. Institusi pendidikan sudah menjadi bagian dari sistem riba.</p>
<p>Lihat juga hari ini, tempat bekerja dengan modal, sarana dan prasarananya dibiayai dengan pinjaman dari rentenir yang bunga ribanya dibebankan kepada para pekerjanya untuk bekerja keras dengan cara yang tidak mengenal halal, haram dan syubhat, yang penting mendatangkan laba dan keuntungan. Institusi pekerjaan atau perusahaan sudah menjadi bagian dari sistem riba. Peradaban Islam ratusan tahun menempatkan tempat belajar dan bekerja di komitmen diin dan hasilnya adalah kelahiran dan perkembangan paguyuban. Dan paguyuban tidak akan bisa diwujudkan tanpa adanya Pasar Islam. Dan Pasar Islam tidak akan bisa diwujudkan tanpa adanya dinar dirham Islam. Tugas kita adalah membawa tindakan belajar, bekerja dan berdagang di bawah cahaya syariat.</p>
<p><strong>Fungsi Paguyuban </strong><br />
Fungsi Paguyuban menjadi tempat bekerja dan pendidikan yang efektif bagi kaum muda Islam dan masyarakat pada umumnya. Paguyuban mempunyai fungsi sosial untuk membantu anggota paguyuban itu sendiri dan masyarakat muslim pada umumnya. Paguyuban sebagai bentuk layanan kepada masyarakat luas. Fungsi Paguyuban berkaitan erat dengan kembalinya fungsi wakaf, Dinar-Dirham dan Pasar Bebas Islam.</p>
<p>Kerja adalah pada dasarnya ibadah untuk mencari barakah (ridha Allah). Kerja bukanlah semata-mata, seperti dibayangkan hari ini, kejadian dan alat memperoleh sebuah gaji atau untuk menghasilkan barang-barang.</p>
<p>Itulah sebabnya kerja tidak dianggap sebuah kegiatan otot atau otak tetapi jiwa. Karena alasan inilah jalan masuk ke kerja dan tempat kerja mempunyai sisi ruhaniah, tak dapat dibatasi pada kelas dan tak juga dapat diukur menurut golongan-golongan pendapatan.</p>
<p>Karena hanya lelaki-lelaki bebas dapat melayani, kita bedakan pekerja yang melayani khalayak dengan budak-upah yang memenuhi pekerjaan otomatis seperti tugas yang sudah ditentukan demi gaji. Mengganti pekerja oleh sebuah mesin semata-mata menyatakan secara tidak langsung mengganti satu macam ongkos eksploitasi dengan lainnya. Dalam pengertian ini mesin dan budak-upah yang digantikannya sama saja.</p>
<p>Hari ini mesin akan lebih disukai untuk bekerja 24 jam penuh untuk membayar cicilan dan bunga riba yang bisa membengkak terus. Inilah akibat dari prinsip-prinsip ekonomi modern super jahiliyah yang menyuburkan riba dan monopoli dalam perdagangan dan industri. Karena itu pekerjaan massal sendiri membiakkan pengangguran, yang akhirnya mengharuskan kebutuhan untuk memasukkan modal yang sangat besar untuk perdagangan dan produksi sehingga kapitalisme hanya menjunjung tinggi mereka yang memiliki uang semata.</p>
<p>Maka hari ini juga para pedagang dan pekerja menjadi budak-budak rentenir. Mereka dengan rela berpikir dan bekerja keras 24 jam penuh semata-mata untuk membayar cicilan pokok dan bunga riba kepada rentenir. Maka wajar saja, prinsipnya juga time is money (waktu adalah uang). Pedagang dan pekerja sudah menjadi bagian dari sistem riba dan monopoli.</p>
<p>Berbeda dengan paguyuban yang memungkinkan keuntungan bersama melalui kerja-sama dan persekutuan. Di dalam paguyuban bisa terjadi akad-akad qiradh (investasi bagi hasil), syirkah (perkongsian modal dan kerja), ijarah (sewa menyewa dan upah mengupah). Dilarang untuk melakukan riba dan monopoli apalagi berhubungan dengan rentenir.</p>
<p>Dasar-dasar Paguyuban</p>
<ul>
<li>Keyakinan bahwa Allah-lah yang memberikan rizki, melebihkan dan mengurangkan dengan rahmat-Nya.</li>
<li>Persaudaraan yang kuat di dasarkan kepada Allah.</li>
<li>Mujahadah adalah berjuang dengan sungguh-sungguh.</li>
<li>Kerja adalah sebuah bentuk ibadah kepada Allah.</li>
<li>Pendidikan Muslim yaitu ilmu (pengetahuan) yang harus dibagi untuk membebaskan orang-orang dari kebodohan dan keterbelakangan.</li>
<li>Menyampaikan ilmu kepada orang lain maka pahala akan mengalir dan ilmunya akan ditambah oleh Allah. Jadi Islam tidak mengenal monopoli dan sewa atas ilmu.</li>
<li>Kerjasama horisontal dengan adanya akad-akad qiradh, syirkah, ijarah, ariyah antar anggota paguyuban.</li>
<li>Wakaf. Sumbangan anggota Paguyuban itu sendiri dan dari masyarakat muslim.</li>
</ul>
<p>Karena dalam Islam tidak ada pajak diwajibkan untuk wakaf, ia menyatakan secara tidak langsung sebuah kemuliaan watak dimana anggota paguyuban ‘menerima’ pemberian pembiayaan wakaf. Ini adalah zuhud dan keikhlasan untuk membantu mereka yang butuh.</p>
<p>Bagian pokok dari paguyuban adalah penciptaan wakaf yang menggantikan gagasan lama tentang kesejahteraan terpusat dengan sistem lembaga kesejahteraan-langsung swatantra. Wakaf dari paguyuban, diciptakan melalui sumbangan anggota-anggota, dimaksudkan sebagian untuk masa depan yang tak terjangkau, sebagian ditujukan pada pekerjaan dan sebagian pada bantuan sosial dan kesejahteraan untuk anggota-anggota dan keluarga-keluarga mereka.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Pasar memerlukan dua hal yaitu wakaf dan paguyuban, ini merupakan adalah bagian penting dari bangunan mu’amalah islam yang terkait dengan dinar dan dirham. Maka dengan mengamalkannya kembali, muslim dan masyarkat bisa segera melepaskan diri dari perbudakan sistem riba (bank dan uang kertas) yang diterapkan dalam kehidupa masyarakatn Islam hari ini. Seperti ungkapan Umar bin Khattab bahwa manusia itu pada dasarnya hina, baru disebut mulia ketika hidup dengan aturan Islam. Sistem kufur riba dan monopoli telah membuat kita menjadi bodoh atau jauh dari aturan fitrah kita, miskin (terbelakang dalam perdagangan), hina dan menjadi santapan bagi musuh-musuh Islam. Jangan sampai kita mengikuti Yahudi dan Nasrani masuk ke dalam lubang biawak. <em>Naudzubillah. (Abbas Firman, IMN-World Islamic Standard)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2012/04/04/islam-hari-ini-mengamalkan-kembali-paguyuban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maklumat Pecahan Baru Dinar Dan Dirham</title>
		<link>http://islamhariini.com/2012/04/02/maklumat-imn-untuk-pecahan-standar-dinar-dirham/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2012/04/02/maklumat-imn-untuk-pecahan-standar-dinar-dirham/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 22:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Gold]]></category>
		<category><![CDATA[islamic]]></category>
		<category><![CDATA[maklumat]]></category>
		<category><![CDATA[mint]]></category>
		<category><![CDATA[mitsqal]]></category>
		<category><![CDATA[nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[perak.]]></category>
		<category><![CDATA[Silver]]></category>
		<category><![CDATA[standar]]></category>
		<category><![CDATA[sultan]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.com/?p=3640</guid>
		<description><![CDATA[* 1 Dinar 4.44 gram (AU/9999), 1 Dirham 3.11 gram (AG/9999) dan 1 Daniq  0.518 gram (1/6 Dirham) standar baru telah dicetak oleh IMN (2000-2012) Bismillahirrahmanirrahim.  Awal perjalanan dinar dan dirham Islam di Indonesia tidak bisa lepas dari peran Islamic Mint Nusantara (IMN), sebagai pioner dalam pencetakan dinar dan dirham pertama di Indonesia. Pada awal tahun 2010 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/04/Tiga-Serangkai_2012.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4160" title="Tiga-Serangkai_2012" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/04/Tiga-Serangkai_2012.jpg" alt="" width="469" height="350" /></a></p>
<p>* 1 <em>Dinar 4.44 gram (AU/9999), 1 Dirham 3.11 gram (AG/9999) dan 1 Daniq  0.518 gram (1/6 Dirham) standar baru telah dicetak oleh IMN (2000-2012)</em></p>
<p><em>Bismillahirrahmanirrahim.</em> <em> </em>Awal perjalanan dinar dan dirham Islam di Indonesia tidak bisa lepas dari peran Islamic Mint Nusantara (IMN), sebagai pioner dalam pencetakan dinar dan dirham pertama di Indonesia. Pada awal tahun 2010 IMN-World Islamic Standard melakukan koreksi dan menetapkan standarisa baru dunia Islam terkait <em>kayla</em> dan <em>mithqal</em> (berat dan kemurnian) dinar dan dirham untuk dunia yang bisa dibaca dalam <a href="http://islamhariini.com/2011/01/02/standarisasi-ukuran-dinar-dan-dirham-dalam-perspektif-sejarah-dan-fiqih-islam">Dokumentasi Sejarah, Fikih dan Penelitian Mithqal</a>, dan dipertegas lagi oleh IMN-World Islamic Standard  dengan mengeluarkan <strong>Fatwa Atas Berat Dan Kadar</strong> yang merupakan pembaharuan dan koreksi  dari standar lama,  Standar tersebut  disebut sebagai Standar Nabawi atau Open Mitsqal System. IMN-World Islamic Standard menetapkan kembali tradisi standar kedua mata uang sunnah tersebut.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Perkataan Umar bin Abdul Aziz bahwa dirham buatan Abdul Malik bin Marwan bobotnya kurang, maka perbandingannya bukan 7/10 mitsqal tetapi 7/10.5 mitsqal (disebutkan dalam kitab A<em>dh-Dharaib Fi As Sawad</em>, hal. 65), ini artinya 7 mitsqal = 10,5 x 2.97 gram = 3.11 gram atau 1 troy ounce. Dinar adalah koin emas murni (Dzahab) sedangkan Dirham adalah koin perak murni (<em>al fidhdhah</em>) dengan berat dan kadar sesuai syariah. Dinar Dirham Islam didasarkan pada satuan berat <em>mithqal</em> yang distandarisasi oleh Islamic Mint Nusantara melalui Penelitian Sejarah, Fikih dan Penimbangan kembali biji gandum organik (<em>barley</em>).</p>
<p><em></em>IMN memberikan maklumat terkait jenis pecahan koin dinar dan dirham Islam berdasarkan kitab Al-Qur’an, Al-Hadits, ijma sahabat, qaul tabi’in dan tabi’i tabi’in serta pendapat dari fikih 4 madzhab ahlussunnah wal jama’ah maka bersama ini <strong>IMN – World Islamic Standard</strong> menetapkan standar pecahan  koin Dinar dan Dirham yang terdiri atas 21 pecahan koin Dinar dan Dirham Islam dari masa Rasulullah <em>salallahu alaihi wassalam</em>. IMN &#8211; World Islamic Standard telah menetapkan standar baru dunia terkait berat dan kadar untuk Dinar adalah emas murni (<em>dzahab</em>) dan Dirham adalah perak murni <em>(al fidhdhah</em>) mengikuti tradisi satuan <em>mithqal</em> sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/04/21_Pecahan_DD_07072012.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4084" title="21_Pecahan_DD_07072012" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/04/21_Pecahan_DD_07072012.jpg" alt="" width="457" height="931" /></a></p>
<p><strong>IMN &#8211; World Islamic Standard </strong>juga menetapkan kembali standar koin <strong>Suwarna</strong> (satuan uang emas) yang digunakan Majapahit: <strong>Ma</strong> (Masa) yang beratnya 1/2 <em>mithqal</em>, <strong>Atak</strong> yang beratnya 1/4 <em>mitqal</em> dan Ku (Kupang) yang beratnya 1/8 <em>mithqal</em> = 1 Daniq emas.</p>
<div></div>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2012/04/02/maklumat-imn-untuk-pecahan-standar-dinar-dirham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ad Dien Al Muamalat Untuk Semua</title>
		<link>http://islamhariini.com/2012/04/01/ad-dien-al-muamalat-untuk-semua/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2012/04/01/ad-dien-al-muamalat-untuk-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 18:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinar Dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Baitulmal Nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[Wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.com/?p=3609</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Abbas Firman, IMN World Islamic Standard Secara etimologi, kata muamalah berasal dari kata ’amala yang artinya saling bertindak, saling berbuat, dan saling mengenal. Muamalah ialah segala aturan agama yang mengatur hubungan antara sesama manusia, dan antara manusia dan alam sekitarnya. Muamalat tidak sama dengan ekonomi islam, muamalat adalah pelarangan riba dan pajak. Hal ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/04/Masjid_Shaykh-Boerhanuddin.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3610" title="Masjid_Shaykh-Boerhanuddin" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/04/Masjid_Shaykh-Boerhanuddin.jpg" alt="" width="469" height="350" /></a><br />
Oleh: Abbas Firman, IMN World Islamic Standard</p>
<p>Secara <em>etimologi</em>, kata muamalah berasal dari kata ’amala yang artinya saling bertindak, saling berbuat, dan saling mengenal. Muamalah ialah segala aturan agama yang mengatur hubungan antara sesama manusia, dan antara manusia dan alam sekitarnya. Muamalat tidak sama dengan ekonomi islam, muamalat adalah pelarangan riba dan pajak. Hal ini secara mendasar memisahkan Islam dari kapitalisme.</p>
<p>Pelarangan riba dalam muamalat kita muslim adalah meniadakan kemungkinan terakumulasinya kapital yang bermula dari penciptaan kredit oleh bank yang sangat menguntungkan perbankan. Memberikan kredit, bagi perbankan, adalah menciptakan uang dari udara hampa. Pelarangan riba juga mencegah terakumulasinya kekuasaan melalui konsep pemilikan mayoritas. Konsep struktur pemilikan model kapitalis adalah atas dasar mayoritas saham bukan saja bertentangan dengan hukum kontrak syirkah dalam Islam tetapi juga, kenyataannya merupakan bentuk perampasan atas hak milik pribadi orang lain oleh pemegang saham mayoritas.</p>
<p>Muamalat memungkinkan terbentuknya sebuah kemitraan permodalan, ini melalui kontrak qirad atau disebut juga mudharabah, sedangkan syirkah mensyaratkan keterlibatan ke dua belah pihak secara adil. Selanjutnya muamalat bila dijalankan dengan benar akan dengan sendirinya menghilangkan apa yang dalam sistem kapitalis dikenal sebagai ’kelas pekerja’ (working class).  Muamalat menghilangkan kemungkinan timbulnya persoalan yang hari ini disebut sebagai ’pengangguran massal’.  Sebab  model hubungan ’buruh-majikan’ dalam pabrik-pabrik yang melekat dalam sistem kapitalis digantikan dengan model hubungan ’master-apprantice’ (mu’allim-mubtadi’) dalam paguyuban. Paguyuban merupakan satuan usaha yang cocok dengan bentuk kontrak syirkat,  mengikuti kaidah muamalat. Selain itu, para anggota paguyuban mengembangkan  etika  futuwwa yang memberikan penghargaan kepada mereka yang murah hati, mau berkorban, sabar, disiplin, patuh kepada empu dan hidup sederhana.</p>
<p>Mengembalikan paguyuban dalam tatanan masyarakat hari ini bukanlah sebuah nostalgia pada kejayaan model satuan-satuan usaha mandiri pada  abad pertengahan. Dalam konteks Islam, kontrak-kontrak bisnis yang benar (syirkah),  dengan sendirinya akan beroperasi dalam bentuk paguyuban atau, bila bentuknya kemitraan investasi, akan beroperasi  sebagai qirad. Yang terakhir ini akan mengembalikan berjalannya   perdagangan yang sebenarnya, melalui kafilah-kafilah pedagang, dan bukan sekadar ’konvoi distributor’.</p>
<p>Muamalat merupakan penegasan dan perlindungan pada perdagangan. Allah menegaskan dalam al-Quran, Surat Al Baqarah ayat  275, bahwa ’perdagangan dihalalkan dan riba diharamkan’. Muamalat memastikan persamaan hak bagi semua pedagang di pasar, bukan saja terhadap akses, melainkan juga atas prasarana dasar perdagangan. Konsep dasar muamalat dalam menjamin berjalannya perdagangan Islami adalah pendirian pasar-pasar terbuka. Ini berarti bahwa model perdagangan Islam, sekali lagi untuk memperlihatkan kontrasnya dengan kapitalisme, sama sekali berbeda dari pasar yang umum kita lihat hari ini. Jadi sangat memalukan jika ada yang berkata mengamalkan pasar terbuka islam tapi melakukan hal yang berlawanan dengan fikih pasar, seperti melarang  menerima dinar dirham lain beredar karena mungkin takut akan bisnis koin mereka tidak jalan, ini bukan otoritas. luruskan niat.</p>
<p>Apa yang dalam kapitalisme adalah perdagangan tertutup dalam bentuk mal-mal dan pasar-pasar swalayan (mini, super, sampai hyper-market),  sama sekali bukan perdagangan dalam pengertian muamalat, itu merupakan distribusi kapitalis monopolistik.  Dalam perspektif muamalat kita dapat menyebut sistem ini sebagai distribusi monopolistik.  Perhatikan saja sekeliling kita. Warung-warung dan toko-toko kelontong setiap hari semakin berkurang,  digantikan hanya oleh dua jaringan mini-market, Alfamart dan Indomart, yang semakin hari semakin merajalela sampai ke kampung-kampung penduduk.  Sementara pasar-pasar swalayan lain, yang berskala menengah, juga semakin berkurang digantikan oleh sejumlah kecil hyper-market berskala besar.</p>
<p>Perbedaan mendasar antara ’distribusi’ dan perdagangan adalah ada atau tidaknya prasarana perdagangan umum dan terbuka yang dapat diakses kapan pun oleh siapa pun yang hendak berdagang dengan posisi setara, dan ini diperlukan Pasar. Pasar, dalam ajaran Islam, selain  terbuka bagi setiap orang, tidak boleh dimiliki dan dikuasai oleh orang-orang tertentu saja atau pun tidak hanya menggunakan dinar dirham tertentu. Rasulullah sallallahu &#8216;alayhi wasallam menyatakan bahwa ’Sunnah-ku di pasar sama dengan Sunnah-ku di masjid’. Maka, bahkan mendirikan bangunan permanen di pasar, yang mengakibatkan tertutupnya akses bagi umum, juga  tidak dibenarkan apalagi menguasainya. Para pedagang, sepanjang sejarah Islam, selalu bergerak bebas, sendiri-sendiri maupun dalam kafilah-kafilah dagang, dari satu pasar terbuka ke pasar terbuka  lainnya baik di dalam kota ataupun antar kota.</p>
<p>Pasar-pasar ini tidak ada yang permanen. Hanya untuk keperluan pengamanan barang-barang berharga bangunan permanen di bangun sebatas sebagai gudang-gudang penyimpanan, sebagai fasilitas umum. Pasar pertama di Madinah yang dibangun oleh Rasulullah sallallahu &#8216;alayhi wasallam, baqi’ al-Zubayr, pun sepenuhnya merupakan lapangan terbuka. Terkait dengan keberadaan pasar-pasar terbuka ini adalah institusi wakaf, yang kemungkinan bentuknya tentu saja jauh lebih luas dari sekadar pasar, yang juga menjadi elemen penting kehidupan paguyuban-paguyuban.</p>
<p>Dalam pasar terbuka tidak ada pajak, sewa ataupun pungutan yang menghalangi perdagangan, sedangkan hari ini yang terjadi adalah negara atau pemerintah justru membebani para pedagang dengan pajak dan pungutan. Di sini, sekali lagi, kita melihat bahwa pemerintahan negara kapitalis yang memajaki rakyatnya sendiri adalah sebuah otoritas yang mengingkari  fungsinya sebagai pelindung masyarakat.  Apalagi,  akhirnya hanya  sedikit saja  pajak itu yang dikembalikan kepada rakyat, karena sebagian besar diserahkan sepenuhnya kepada rentenir internasional sebagai cicilan utang.</p>
<p>Di Indonesia pernah diamalkan pasar-pasar Islami seperti Jawa Tengah masih dikenal nama-nama lima hari pasaran:  Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon,  yang dulunya menandakan dibukanya pasar-pasar yang berpindah dari satu kota ke kota lain, secara bergiliran menurut hari-hari pasaran yang ditentukan, sedangkan di DKI dulu beroperasi sejumlah pasar yang namanya berdasarkan hari-hari dalam sepekan: Pasar Jum’at, Pasar Senin, Pasar Rebo (Rabu) dan Pasar Minggu, yang hari ini tinggal nama saja. Dan hari ini pasar telah berubah jadi mal dan Hypermarket (pasar swalayan) yang merupakan distribusi monopolistik milik segelintir orang.</p>
<p>Muamalat, artinya kita kembali mengamalkan dinar-dirham sebagai alat tukar, penyediaan pasar-pasar terbuka yang perlu didukung oleh masjid-masjid, dan wakaf dengan paguyuban dan kafilah dagang, mengamalkan kembali kontrak-kontrak syirkah dan qirad berbasis dinar dirham islam.  Manusia bukan diposisikan sekadar sebagai mahluk ekonomi yang dieksploitasi dalam sistem produse-konsumen dari industri. Muamalat menjadi jalan keluar terhadap kapitalisme, yang telah menempatkan manusia ke dalam posisi terendah dalam kehidupan ekonomi: sebagai buruh. Dan, posisi terendah ini, dalam pengertian ia juga merupakan bentuk kehidupan ekonomi yang paling tidak efisien. Kapitalisme, dalam prakteknya, telah menciptakan dan melestarikan suatu sistem yang  tidak berbeda halnya dengan sistem perbudakan, entah disebut konsumen, buruh, atau pembayar pajak, atau debitur. Islam, dalam tatanan syariah, membuka pintu kepada kebebasan individu yang sejatinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2012/04/01/ad-dien-al-muamalat-untuk-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Riba Bersembunyi Di Balik Demokrasi</title>
		<link>http://islamhariini.com/2012/03/22/sistem-riba-bersembunyi-di-balik-demokrasi/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2012/03/22/sistem-riba-bersembunyi-di-balik-demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 02:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>
		<category><![CDATA[Kapiltalis]]></category>
		<category><![CDATA[riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.com/?p=3470</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Abbas Firman Tulisan ini sebagai sebuah penegasan bahwa hanya Islam yang mempunyai jalan keluar dari bencana keuangan riba global hari ini, di tengah intrusi sistem perbankan ribawi dan demokrasi sebagai konstruksi modern dari sistem negara, secara politis yang bermula dari Revolusi Perancis. Demokrasi, berasal dari dua kata demos dan kratos artinya kekuasaan oleh rakyat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/03/Merdeka.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3471" title="Merdeka" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2012/03/Merdeka.jpg" alt="" width="500" height="300" /></a></p>
<p>Oleh: Abbas Firman</p>
<p>Tulisan ini sebagai sebuah penegasan bahwa hanya Islam yang mempunyai jalan keluar dari bencana keuangan riba global hari ini, di tengah intrusi sistem perbankan ribawi dan demokrasi sebagai konstruksi modern dari sistem negara, secara politis yang bermula dari Revolusi Perancis.</p>
<p>Demokrasi, berasal dari dua kata demos dan kratos artinya kekuasaan oleh rakyat, yang dulu berlaku di zaman yunani kuno, dalam konteks negara kota dengan jumlah penduduk terbatas. Dalam demokrasi ini semua penduduk kota terlibat langsung dalam pengambilan keputusan, tidak dikenal istilah perwakilan, dalam demokrasi hari ini para wakil rakyat menghindari bertanggung-jawab atas segala keputusan politiknya. Mereka selalu mengatakan setiap keputusan yang diambilnya sebagai atas nama rakyat sebagai upaya menghindari tanggung jawabnya sendiri. Hari ini demokrasi di ambil pakaikan sebagai sistem negara yang dijalankan dengan prinsip pemisahan kekuasaan dalam tiga pilar demokrasi yaitu legislatif atau fungsi pembuatan peraturan, yudikatif atau fungsi peradilan dan eksekutif atau fungsi dan struktur pemerintahan yang dijalankan dan di pertahankan dengan pembiayaan perbankan di satu sisi dan di atas dasar pemajakan kepada warganya di lain sisi demi tujuannya sendiri. Hutang dan Pajak adalah jaminan keberlangsungan kesatuan sistem itu sendiri.</p>
<p>Sekarang kita hidup dalam suatu masyarakat ekonomi. Apa yang ada dalam situasi yang baru tersebut adalah suatu pemisahan kekuasaan eksekutif dan keuangan, dimana suplai uang diatur dan dikuasai oleh para bankir melalui Bank Sentral. Akibat dari sistem ini adalah hilangnya kebebasan, persamaan dan persaudaraan setiap orang anggota masyarakat, bumi dan air dan segala yang terkandung di dalamnya telah berada di bawah kontrol para bankir. Kita tidak bebas memilih alat tukar, tidak bebas untuk berdagang, persamaan adalah kita semua sama dimata bankir untuk taat membayar pajak dan membayar hutang berbunga, persaudaraan hanya ada dalam pertandingan sepak bola atau kegiatan hobi atau perkumpulan, di luar itu terpecah belah. Ini sebuah kegilaan riba yang terjadi hari ini.</p>
<p>Instrumen riba dilestarikan dengan pencetakan uang kertas dan penciptaan kredit tanpa batas, dimana negara melakukan pemaksaan hal tersebut sebagai satu-satunya alat tukar dalam transaksi, melalui undang-undang alat tukar tersebut sistem ini dilegalkan walaupun anda tidak menyetujuinya. Akibat dari itu adalah pajak ditarik atas nama ketaatan palsu agar menjadi warga negara yang baik (orang bijak taat pajak).</p>
<p>Tanpa terasa pajak tersebut semakin hari semakin di perbesar dan diperluas cakupannya yang dikenakan kepada seluruh individu yang berpenghasilan, kita lihat hari ini negara menarik pajak langsung, pajak kepada pemilikan aset, kemudian pajak pendapatan, kemudian atas apa saja yang ditransaksikan seperti pajak pertambahan nilai, pajak penjualan, pajak perjalanan, pajak hiburan, pajak restribusi, pajak lingkungan hidup dan lainnya, yang ditarik tunai dari harta warga negara dan juga Pajak tidak langsung adalah inflasi yang secara nyata dirasakan sebagai terus-menerus turunnya nilai tukar mata uang kertas. Ini berarti naiknya harga-harga komoditas dari waktu ke waktu.</p>
<p>Negara demokrasi melalui instrumen riba (bank dan uang kertas tak berharga), adalah sebuah alat penindasan yang dilegalkan oleh undang-undang, kita diberikan pemilihan umum lima tahunan, warga negara diyakini untuk memilih wakil rakyat yang pada akhirnya melestarikan penindasan itu sendiri dalam sebuah struktur birokrasi kaku bernama negara fiskal. Selanjutnya atas nama rakyat dibuatlah pembangunan, dirancanglah pinjaman hutang (nasional) untuk proyek-proyek, pelayanan publik, dan pembiayaan negara dalam apa yang kita kenal sebagai RAPBN dan APBN. Untuk mengembalikan hutang ribawi tersebut maka tiap-tiap individu dari warga negara dijaminkan melalui mekanisme pemajakan berlapis dan pemaksaan uang kertas, ini sebuah kudeta perbankan, yang merampas kebebasan individu, kebebasan bertransaksi dan merampas kepemilikan harta pribadi secara sistematis. Negara Demokrasi adalah pelayan lintah darat perbankan. Negara demokrasi sebagai pelayan perbankan, adalah negara fiskal, hidup dari memajaki rakyatnya karena kepentingan untuk mepertahankan birokrasi, serta melunasi hutang berbunga kepada para kapitalis (pemilik modal) yang menyokongnya, yang dikenal sebagai Hutang Nasional. Astagfirullah.</p>
<p>Kehidupan manusia hari ini di dominasi oleh sistem riba (bank dan uang kertas), teknik keuangan riba adalah konstruksi bangunan negara fiskal, negara memberikan hak monopoli kepada para bankir atas suplai uang kertas dan penciptaan kredit tanpa batas, tentu para bankir dengan sangat mudah menyediakan kebutuhan biaya tersebut, berapapun nilainya, dengan mencetak uang kertas (tidak berharga), membuat angka-angka dalam buku atau sebagai byte dalam layar monitor, maka untuk keperluan itu dibentuklah Bank Sentral yang terhubung dengan jaringan perbankan internasional yang dapat mengambil alih perannya sebagai financier (penyandang dana), bahwa Bank Indonesia bukanlah Indonesia, bank-bank individual, atau bank-bank gabungan bersatu dan menawarkan kepada politikus-politikus sebuah Bank Nasional. Demikianlah mengapa Deutsche Bank bukanlah Jerman. Bank Perancis bukanlah Perancis. Bank Ottoman bukanlah Turki. Bank Mesir bukanlah Mesir. Bank Maroko bukanlah Maroko. Demokrasi adalah pelayan perbankan.</p>
<p>Mari kita tinggalkan sistem riba, lebih lanjut amalkan, lihat <a href="http://www.dinarfirst.org/index.php">www.dinarfirst.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2012/03/22/sistem-riba-bersembunyi-di-balik-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Hari Ini Dan Jatuhnya Kekhalifahan</title>
		<link>http://islamhariini.com/2011/12/21/islam-hari-ini-jatuhnya-kekhalifahan/</link>
		<comments>http://islamhariini.com/2011/12/21/islam-hari-ini-jatuhnya-kekhalifahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islamhariini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cultures]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[sultan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamhariini.wordpress.com/?p=3000</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan orisinal ini menjadi sumber penting dalam melihat Islam Hari Ini terkait Bank dan Jatuhnya KeKhalifahan, tulisan saya ambilkan dari seorang guru yang telah membawa kita semua ke dalam suatu kesadaran tentang apa yang harus kita kerjakan berdasarkan ketakwaan. Disini kita dapat melihat bagaiman awal mula bank-bank dan berbagai kejahatan yang terjadi dibalik itu, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2011/12/allah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3010" title="ALLAH" src="http://islamhariini.com/wp-content/uploads/2011/12/allah.jpg" alt="" width="519" height="321" /></a></p>
<p><strong>Tulisan orisinal ini menjadi sumber penting dalam melihat Islam Hari Ini terkait Bank dan Jatuhnya KeKhalifahan, tulisan saya ambilkan dari seorang guru yang telah membawa kita semua ke dalam suatu kesadaran tentang apa yang harus kita kerjakan berdasarkan ketakwaan. Disini kita dapat melihat bagaiman awal mula bank-bank dan berbagai kejahatan yang terjadi dibalik itu, yang terus berlangsung hingga hari ini.</strong></p>
<p align="left">Kisah ini bermula dari keluarga kalangan bankir hingga Yang Mulia Duke Wurttemberg dan agen Pangeran Lowestein – Wertheim, yang dipimpin oleh Schutzjude Moses Hirsch. Schutzjude berarti seorang yahudi yang dilindungi oleh penguasa. Abad ke – 19 menyaksikan pelepasan yang penghabisan rintangan-rintangan yang melawan riba, dan demikianlah riba perbankan berevolusi di jalurnya menuju ke arah kekuatan politis. Anak laki-laki Moses, Jacob membeli sebuah gelar feodal dan karena itu terlepas dari tekanan-tekanan anti riba yang tersisa yang diterapkan kepada orang yahudi.<br />
<strong></strong></p>
<p align="left">Pada tahun 1835, sang putra, Joel membentuk salah satu bank-bank hipotek pertama<em> </em>dengan Rothschilds sebagai mayoritas pemegang saham. Saudara laki-lakinya, Joseph ditunjuk sebagai pemimpin bankir oleh Ludwig I di Munich, suatu posisi yang tak tertandingi bahkan setelah pendirian <em>Bavarian State Bank</em>. Salah satu anak laki-laki Joseph adalah Maurice de Hirsch, lahir tahun 1831. Ibunya berasal dari kalangan bankir di Frankfurt, keluarga Wertheimer. Ia magang pada lembaga perbankan Bischoffsheim dan Goldschmidt. Pada tahun 1855 Hirsch menikahi Clara, anak perempuan Bischoffsheim dan beribu dari keluarga Goldschmidt. Keluarga ini menghidupi sejumlah bank ternama di Belgia dan Perancis. Demikianlah, ayah mertua Hirsch merupakan penasihat keuangan Raja Leopold dari Belgia, menangani dana Partai Liberal dan menjalankan bagian keuangan. Anak laki-lakinya, Max menikahi anak gadis Rothschild dari Frankfurt dan mengelola bank miliknya yang bernama Goldschmidt – Rothschild. Bank tersebut pada dasarnya melayani satu rekening yang sangat besar yang merupakan milik Maurice de Hirsch.</p>
<p align="left">Pada tahun 1858 Hirsch mencabut kewarganegaraan Belgia. Ia terlibat dalam sejumlah rencana-rencana finansial bersama seorang petualang bernama Lagrand Dumonceau, yang mencoba membujuk orang-orang Katolik kaya untuk ‘mengkristenkan’ modal mereka dalam petualangan-petualangan riba demi keuntungan yang tinggi. Pada abad ke-19, ia merupakan bankir bagi orang Kristen seperti halnya bankir Islam bagi orang Islam di abad ke-20. Pius IX membuatnya menjadi Bangsawan Kepausan. Ia kemudian secara in absentia dihukum kerja paksa selama 15 tahun karena melakukan penipuan. Hirsch dan Lagrand-Dumonceau mengepalai serangkaian perusahaan usaha bersama antara lain: <em>Association Generale d’assurances, Banque de Credit Foncier et Industriel</em> dan pada tahun 1864 adalah <em>International Land Credit Company</em>.</p>
<p align="left">Direktur-direkturnya termasuk Lord Robert Cecil, kemudian <em>Marquess</em><sup>13)</sup> of Salisbury dan Perdana Menteri Inggris dan Menteri-menteri Luar Negeri, Kehakiman dan Keuangan Belgia.</p>
<p align="left">Pada akhir tahun 1800-an <em>International Land Credit Company </em>dan perusahaan induknya yang meragukan yaitu <em>Credit Foncier</em> berada di ambang kehancuran.</p>
<p align="left">Terhadap latar belakang kriminalitas ahli keuangan ini Hirsch mulai bergerak masuk ke dalam dunia dimana politik diubah menjadi keuangan tingkat tinggi.</p>
<p align="left">Pada tahun 1868 Hirsch, dengan dukungan Bischoffsheim merebut konsesi untuk <em>East Hungarian Railway</em> (Jalur Kereta Api Hungaria Timur), bekerjasama dengan <em>Anglo-Austrian Bank</em>. Begitu usaha-usaha perbankan terdahulu jatuh dalam bencana, Hirsch muncul sebagai pengarang dari suatu rencana yang ambisius, menghubungkan Wina dengan Istanbul yang berjarak lebih dari 1.000 mil. Dalam waktu 20 tahun kerja keras luar biasa ini mendominasi kehidupan Hirsch dalam suatu lingkaran perampokan, penipuan dan intrik.</p>
<p align="left"><em>Orient Railway</em> akan menghubungkan Eropa dan Usmaniyya Islam. Agar mudah dikerjakan, suatu sistem keuangan yang disatukan harus menyertai pembangunan jalan kereta api itu karena jarak yang harus disatukan melalui<em> </em>Austro-Hungaria, Serbia dan Turki. Karena Sultan tidak mempan terhadap perintah-perintah para bankir, ia harus ditetapkan sebagai koruptor, keras kepala dan yang paling utama adalah sebutan sebagai terbelakang dan tidak modern karena sikap bertahan dalam menentang tidak hanya pembangunan jalan kereta api tetapi juga mekanisme-mekanisme keuangannya.</p>
<p align="left">Pada tahun 1861, organisasi milik <em>Pereire Brothers</em> yaitu <em>Credit Mobilier</em> mendirikan <em>Imperial Ottoman Bank</em>. Tak lama kemudian Rothschilds, <em>Pereire Brothers</em> dan Lagrand Dumonceau tak tertahankan merencanakan dengan diam-diam rute-rute kereta api ke Istanbul.</p>
<p align="left">Pada tahun 1867 Sultan Abdalaziz dan Wazir<sup>14)</sup> Fuad Pasha yang Agung mengunjungi Wina dan pada tanggal 31 Mei 1868 mereka mengabulkan konsesi <em>Orient Railway</em> kepada Asosiasi Langrand-Dumonceau.  Ia kehilangan konsesi tersebut karena kelalaian pada tanggal 12 April 1869. Lima hari kemudian konsesi tersebut sudah direbut oleh Hirsch dalam bentuk perjanjian dengan Menteri Pekerjaan Umum, Da’ud Pasha, yang kemudian dicap oleh <em>Imperial Ferman </em>(Keputusan Sultan Kerajaan) pada tanggal 7 Oktober 1868.</p>
<p align="left">Orang-orang Serbia mendesak Wina untuk meletakkan jalur kereta api tersebut melewati Belgrade tetapi baik kekalifahan Usmaniyya dan Austro-Hungaria menghendakinya melewati Bosnia. Jalan kereta api tersebut akan dari Istanbul menuju Edirne, Plovdive, kemudian Sofia, melewati Serbia menuju Bosnia dan Sarajevo, sebelum kemudian menyatu dengan <em>Austrian Sudbahn</em>.</p>
<p align="left">Pemegang konsesi yang bertanggung jawab atas pembangunan dan operasinya, akan menerima dari pemerintahan Ottoman Turki,  subsidi tahunan sebesar 14.000 franc (£ 560) untuk setiap kilometer yang diselesaikan selama masa konsesi tersebut: sewa tahunan sebesar 8.000 franc (£320) per kilometer ditarik dari perusahaan pelaksana, mewakili keseluruhan<em> </em>10% dari biaya konstruksi yang diperkirakan untuk setiap kilometer.</p>
<p align="left">Pada tahun 1870, Hirsch mendirikan perusahaan pelaksana sendiri. Hirsch memilih bankir Perancis Paulin Talabot, pemimpin <em>Societe Generale de Paris</em> dan Count Kinsky, juga peserta pendiri dari <em>Anglo-Austrian Bank</em>.</p>
<p align="left">Akibat adanya proyek internasional yang luas ini serta intrik, bersamaan dengan petualangan-petualangan semacam itu, satu sama lain saling bertautan, dan semua produk dari kesatuan-kesatuan bank yang berhubungan, segera saja<em> </em>London, Paris dan Brussel dibanjiri dengan surat-surat obligasi Turki, diperdagangkan dengan potongan-potongan harga besar-besaran. Sebuah taktik Hirsch untuk bertahan adalah dengan mengeluarkan kertas-kertas lotere dengan suku<em> </em>bunga rendah yaitu 3%, dua poin di bawah suku bunga yang ditetapkan Ottoman, dan dapat ditebus dengan nilai yang sama setelah 99 tahun. Akan ada penarikan setiap dua bulan yang memenangkan tiket-tiket  seharga kurang lebih 600.000 franc (£24.000).</p>
<p align="left">Hirsch, yang sekarang dipanggil dengan nama Baron Turkenhirsch, mendirikan suatu kongsi asuransi, dipimpin oleh <em>Societe Generale</em>. Pemerintah Kerajaan Ottoman di Istanbul mengeluarkan 1.980.000 lembar surat-surat obligasi bagi Hirsch dengan nilai nominal sebesar 400 franc, dan dikreditkan kepadanya sebesar 128,50 franc, sedikit lebih banyak dari 32% dari nilai nominal saham. Pada bulan Maret 1870 Hirsch menjual rangkaian pertama dari 750.000 lembar surat-surat obligasi senilai 155 franc kepada kongsinya, yang ditawarkan kepada khalayak senilai 180 franc. Ini terjadi selama masa yang disebut sebagai gelombang penanaman modal internasional, salah satu ledakan-ledakan misterius dari apa yang disebut tekanan-tekanan yang dihasilkan pasar. Walaupun surat-surat obligasi tersebut dianggap sebagai surat-surat hutang, jaminan mereka hanyalah janji Pemerintah Kerajaan Ottoman untuk membayar perusahaan konstruksi dengan tunjangan sebesar 28 juta franc per tahun (lebih dari £1.500.000) – untuk 99 tahun.</p>
<p align="left">Pada bulan  September 1872, 1.230.000  surat-surat <em>obligasi</em> yang tersisa ditawarkan dengan nilai 150 franc kepada kongsi tersebut dan 170 franc kepada masyarakat. Tetapi ambruknya pasar bursa di tahun 1873 menerpa. Masih tersisa setengah dari Turkenlose yang tidak terjual, nilainya jatuh dari 183 franc menjadi 115 franc. Hirsch tentu saja menjadi lebih kaya,  menjadi tokoh yang sekarang sangat dikenal akan kemampuannya mendapatkan kekayaan dari kejatuhan orang lain. Hirsch sebagai pemegang konsesi memiliki £14 juta di tangannya untuk pembangunan dan keuntungan atas Turkenlose sebesar £2 juta. Intrik-intrik yang terus berlanjut – saya tidak memberi indikasi bahwa konspirasi hanya merupakan rangkaian-rangkaian yang berkelanjutan dari tata cara-tata cara dan perjanjian-perjanjian seputar pembangunan jalan kereta api – melibatkan Sultan, Yang Mulia <em>Wazir</em> Ali Pasha dan Yang Mulia Wazir Mahmud Nedim Pasha dan Ralph Anstruther yang adalah juga pemimpin <em>East Hungarian Railway</em>. Proyek-proyek teknis pembaharuan, yang sama sekali bukan modul-modul fisik nyata yang dilaksanakan secara rasional, hanyalah merupakan lisensi-lisensi untuk memudahkan pergerakan angka-angka abstrak yang tidak mengenal bangsa dan mata uang yang disandikan dalam apa yang disebut sebagai mata uang ke dalam dokumen-dokumen kertas – yang disebut saham-saham dan surat-surat obligasi.</p>
<p align="left">Uang pinjaman Turki pada tahun 1855 bergerak di Eropa tanpa ada hubungan yang nyata dengan Pemerintah Kerajaan Ottoman, mengambang, abstrak dan mengancam hubungan Sir Edward Hamilton dari Departemen Keuangan Inggris dan Rothschilds yang telah mengeluarkan apa yang disebut sebagai pinjaman.</p>
<p align="left">Selama abad ke-19, berlangsung hingga depresi di tahun 1873 Pemerintah Kerajaan Ottoman didorong untuk<em> </em>menerapkan depresiasi untuk meminjam uang dalam rangka menutup pembayaran-pembayaran bunga dan defisit. Pada tahun 1875 Mahmut dipaksa untuk mendeklarasikan suatu penangguhan pembayaran hutang atas hutang Pemerintah Kerajaan Ottoman sebesar £200 juta.</p>
<p align="left">Gerakan selanjutnya adalah bagi kekuatan-kekuatan Barat untuk menyatakan bahwa Turki pailit dan menunjuk suatu Komisi Internasional untuk mewakili para pemegang surat obligasi asing. Turki, yang tidak mendapat kredit, terdorong untuk mengenakan pajak yang tidak adil kepada rakyatnya. Orang-orang Serbia bangkit memberontak. Kekuatan-kekuatan raksasa mulai memaksa. Midhat Pasha ditarik kembali yang mengakibatkan turunnya Abdalaziz pada bulan Mei tahun 1876, yang pada gilirannya membuka jalan bagi tokoh penting, Abdalhamid lewat Murad yang tidak bahagia.</p>
<p align="left">Kematian Khalifah, dibuangnya Midhat, perang dengan Serbia, kekejaman orang-orang Bulgaria yang terkenal tak adil yang tidak pandang bulu terhadap tindakan-tindakan pemberontakan kriminal, semuanya memiliki kekuatan yang mendorong dalam manipulasi pinjaman-pinjaman, surat-surat obligasi dan keadaan-keadaan mengambang magis<em> </em>yang berasal dari apa yang disebut <em>National Bank</em> atau <em>Imperial Bank</em>, tidak ada satupun yang dapat membanggakan suatu dasar modal dalam kekayaan nyata dan dimiliki oleh negara yang dimaksud. Karena merupakan keuangan internasional, suatu modal yang tak nyata di ‘antara’ bangsa-bangsa, mayoritas dimiliki oleh sekelompok keluarga-keluarga yang mengganti kebangsaan mereka dan menerima gelar-gelar mereka dengan mengesankan<em> </em>tanpa rasa malu.</p>
<p align="left">Bosnia dan Herzegovina dialihkan kepada administrasi Austria di bawah bendera Usmani. Pembangunan jalan kereta api tersebut tidak selesai. Setengah dari perdagangan laut Turki dikontrol oleh Inggris.</p>
<p align="left">Pada titik ini Hirsch mentransfer kegiatannya dari Paris ke Wina dan melepas kewarganegaraan Austrianya. Pada tahun 1881 Hirsch masih menyusun rencana secara diam-diam untuk menyelesaikan pembangunan jalan kereta api tersebut. Sekarang ia mencoba menghubungkan <em>Austrian State Railway</em> dengan <em>Banque de Paris</em> dan <em>Pays Bas</em> yang muncul sebagai hasil penggabungan dengan Bischoffsheim dan Goldschmidt. Bank ini dipimpin oleh saudara ipar Hirsch yaitu Heinrich Bamberger. Sambungan-sambungan akhir pada jalan kereta api tersebut masih belum selesai. Para rekanan <em>Ottoman Bank</em>, tanpa sepengetahuan pemerintahan Ottoman, ditarik oleh Hirsch yang merasa marah<em> </em>dan akhirnya jalan kereta api tersebut terselesaikan, namun kemudian Komisi Hutang Negara Ottoman mengontrol seluruh kekayaan Pemerintah Kerajaan Ottoman.</p>
<p align="left">Biaya dari pengurangan lama perjalanan dari Wina ke Istanbul yang semula 7 hari menjadi 40 jam mengakibatkan kehancuran yang tak terelakkan dari Kekhalifahan Islam.</p>
<p align="left">Petualangan berakhir, Hirsch harus memutuskan dirinya dari petualangan tersebut, setelah proses pengadilan yang berkepanjangan ia berhasil menyelamatkan dirinya. Hirsch menerima <em>Grand Cordon</em> (Gelar kebangsawanan) dari Orde Usmani walaupun kalangan Istanbul bersikeras menyatakan bahwa Sultan membenci Hirsch dan menginginkan kepalanya. Hirsch menyerahkan kendali jalan kereta api itu kepada  sebuah kelompok yang dipimpin oleh <em>Deutsche Bank</em>, yang salah satu pendirinya adalah Ludwig Bamberger, yang saudara laki-lakinya yaitu Heinrich, pemimpin Parisbas yang menikahi saudara perempuan Hirsch.</p>
<p align="left">Para penerus merencanakan untuk mengalihkan jalan kereta api tersebut ke Baghdad. Tentu saja hal itu dimaksudkan untuk tujuan penaklukan, didorong oleh carikan-carikan kertas yang disebut mata uang dan surat-surat obligasi.</p>
<p align="left">Weizmann, presiden pertama Israel mengingat kembali bahwa di rumah keluarganya di Pinsk tergantung empat lukisan : Maimonides, Chekhov, Tembok Ratapan dan Baron de Hirsch.</p>
<p align="left">Sementara Hirsch secara aktif menghancurkan struktur Usmaniyya menjadi tipe pemimpin dan pemerintah yang baru, kekuatan elit memiliki satu lagi kunci dasar di dalam kekalifahan – Mesir. Harus diingat bahwa kesatuan nasional yang memiliki ciri tersendiri merupakan pokok persoalan dari kegiatan-kegiatan antar para nasionalis. Ada banyak maksud-maksud dari pengambilan kekayaan – instrumen-instrumennya sama, perbankan: kalangan keluarga-keluarga elit yang saling menikahi, tanpa kesetiaan kepada bangsa. Pemangsa lain semacam itu adalah Ernest Cassel. Minat Cassel sangatlah luas. Ia menjadi salah satu anggota dewan di <em>Shanghai Bank</em> dan <em>Hong Kong Bank</em>. Bersama Rothschild ia menjadi bagian dari <em>Maxim Gun Company</em> yang berbentuk badan hukum pada tahun 1844. Ia menjadi bagian dari <em>Vickers</em>, produsen senjata. Setelah memberi pinjaman pada<em> </em>Uruguay ia pindah ke Scandinavia. Bersama Frederick Warburg, menantu Jacob Schiff, dengan modal sebesar  £ 995.000 ia mendirikan <em>Grangesberg Oxelosund Traffic Company</em>. Namun kekayaan utamanya akan datang dari Mesir. Di bawah pemerintahan Raja Muda<em> </em>Ismail, dua pertiga dari penghasilan negara untuk membayar hutang. Cassel muda yang bekerja pada teman kita Bischoffsheim dan Goldschmidt meminjamkan uang kepada Raja Muda Ismail sebesar £7 juta dengan bunga 7% untuk membangun industri gula. Pada tahun 1873 kongsi milik Bischoffsheim berhasil memberikan pinjaman negara sebesar £32 juta juga dengan bunga 7%, dalam satu gerakan yang menyedot seluruh penghasilan negara yang tak diamankan.</p>
<p align="left">Raja Muda<em> </em>dipaksa untuk menjual sahamnya atas Terusan Suez kepada Pemerintah Inggris dengan harga £4 juta dan meminjam £8 juta dari <em>Anglo-Egyptian Bank</em>.</p>
<p align="left">Pada saat yang sama Sultan terpaksa gagal membayar hutang-hutang. Raja Muda<em> </em>juga gagal, menyapu bersih cadangan <em>Anglo-Egyptian Bank</em>. Perancis masuk dan mendirikan <em>Caisse de la Dette Publique</em> dan mengambil alih setengah dari penghasilan negara yang besarnya £10 juta untuk memindahtangankan kepada para pemegang surat-surat obligasi<em> </em>dari Perancis. Raja Muda<em> </em>dipaksa<em> </em>meminjam uang dari orang-orang Yunani di Alexandria dan orang-orang Yahudi dengan bunga 30%.</p>
<p align="left">Secara Politis, Sultan diwajibkan untuk menurunkan Raja Muda dari tahta<em> </em>dan menggantikannya dengan anaknya, Tawfiq. Rothschilds kemudian masuk dengan versi mereka<em> </em>untuk menyelamatkan. Mereka mengeluarkan £8,5 juta surat-surat obligasi hipotek kepemilikan tanah sebagai pinjaman dengan bunga 5%, di London dan Paris. Ini menghancurkan rakyat jelata yang diperintah untuk berhemat. Seorang nasionalis bernama Arabi Pasha, mengambil kendali dalam suatu kudeta. Di sini kita mempunyai model dasar<em> </em>dari respon Arab dan Turki terhadap<em> </em>jebakan yang mengandung riba – penurunan tahta dan kudeta. Ketika debu berhenti bergerak, maka para pemberi hutang kemudian dapat menyusun syarat-syarat dalam mempertahankan perekonomian pada pemegang jabatan yang baru atau sebaliknya menyingkirkannya. Apa yang disebut sebagai model demokratis mengikuti pola ini, penipuan pemerintahan yang sempurna untuk mengontrol massa dalam perbudakan. Tetap saja, seratus tahun kemudian, pemberontakan, terorisme dan kudeta dijalankan bersamaan dengan pemilihan umum untuk menjamin agar para bankir dibayar.</p>
<p align="left">Menurut seorang pro-Mesir bernama Scawen Blunt, Charles Wilson, Menteri Keuangan Gabungan Inggris &#8211; Perancis, yang dipecat oleh Ismail pergi ke Paris Rothschilds dan memperingatkan mereka akan adanya penolakan hutang yang akan datang. Pada gilirannya mereka “dalam keputusasaan mereka akan jutaan uang mereka” seperti yang diuraikan Blunt, pergi menemui Bismarck. Ia mengancam untuk ikut campur. Sultan memecat Ismail dan hutang Arabi terbayar. Tetapi sebelum Arabi dapat dinon-aktifkan ia telah mulai membentengi Alexandria dimana armada-armada Inggris dan Perancis berlabuh. Kemudian pasukan-pasukan tentara di bawah pimpinan Sir Garnet Wolseley dikirim maju dan menang atas Tel-el-Kebir. Tindakan lanjutannya adalah mengirimkan Mayor Evelyn Baring, anak laki-laki dari Lord Revelstoke dan anggota dari Bank Baring yang juga keturunan Yahudi Lithuania, ke Mesir sebagai Agen dan Konsul Jenderal Inggris. Adalah tugas utama pria ini untuk menemukan jalan untuk membuat para ulama Mesir membatalkan fatwa yang menuduh secara terbuka perbankan sebagai sistem riba. Akhirnya ia menemukan orangnya. Muhammad ‘Abduh penganut ajaran kebatinan, murid dari penghasut asal Iran bernama Jamaludin al-Afghani. Demikian, apa yang disebut sebagai pembaharu Islam dari asal mulanya<em> </em>merupakan bagian dari strategi untuk mengijinkan sistem perbankan feodal yang dikelola oleh sejumlah oligarki yang berkuasa. Bantuan pinjaman pada tahun 1885 sebesar £9.424.000 dikeluarkan di London dan Paris oleh Rothschild.</p>
<p align="left">Pada tahun 1892, imbalan<em> </em>bagi Baring tiba dalam bentuk sebuah gelar kebangsawanan. Sebagai Lord Cromer ia terus-menerus menghancurkan kekuatan pemerintah terhadap perdagangan yang merupakan dasar dari Islam dan menggantikannya dengan penerimaan secara terbuka sistem riba kapitalisme tinggi yang disebut sebagai  pembaharuan di Eropa.</p>
<p align="left">Di Omdurman<sup>15)</sup>, pasukan Inggris menghancurkan pasukan Islam Mahdi berkat Cassel. Kemenangan tersebut dicapai karena adanya bantuan 44 senjata buatan <em>Vickers Maxim</em> yang membunuh 10.000 orang dibandingkan dari pihak Inggris yang hanya 500 korban. Mesir membayar untuk operasi tersebut. Cromer kemudian memilih Cassel untuk mendanai proyek Bendungan Aswan. Ia akan membebankan tanggung jawab kepada para kontraktor. Orang-orang Mesir akan membayar pada saat penyelesaian pembangunannya, yang diambil dari kenaikan penghasilan dam tersebut, kira kira sebesar £2 juta per tahun. Churchill menyebutnya investasi terbaik sepanjang sejarah. Cassel terus menerima tanah-tanah Daira Sanieh – seperlima dari tanah Mesir yang dapat ditanami. Untuk setengah juta dibayar terlebih dahulu, sisa setengahnya dibayar selama sepuluh tahun, Cassel telah mendapatkan tanah-tanah tersebut  yang diberikan oleh seorang yahudi spanyol, bernama Raphael Suares. Enam tahun kemudian, dengan nilai nominal £1, saham-saham  perusahaan terbatas diberi harga pasar<em> </em>sebesar £108, penyerahan kepemilikan secara cepat senilai £13 juta. Dengan adanya transaksi Daira Sanieh di belakangnya, Cassel mendapatkan keputusan yang mengijinkannya mendirikan <em>National Bank of Egypt</em>. Dengan modal awal sebesar £1 juta, setengahnya dari Cassel, berdirilah bank tersebut. Di antara para direkturnya, enam orang adalah bankir Yahudi setempat, lainnya dimasukkan oleh Cassel, di antara mereka adalah Carl Meyer, baru keluar dari Rothschild dan Vincent Caillard, saudara D’Israeli yang bertugas selama 14 tahun sebagai komisaris pada Administrasi Hutang Negara Ottoman. Untuk posisi komisaris pemerintah bagi <em>National Bank</em> yang dipilih oleh Cassel adalah Victor Harari, mantan Direktur Jenderal Pembukuan Negara pada Kementrian Keuangan Mesir, salah satu dari sedikit orang Yahudi yang menjadi Pejabat Tinggi<em> </em>dan Ksatria.</p>
<p align="left">Di bawah pimpinan Cromer – seorang dari kalangan Baring, ingatlah – <em>National Bank </em>melahirkan <em>Agricultural Bank of Egypt</em>. Setelah 3 tahun nilai nominal saham yang mulanya £5 menjadi £800.</p>
<p align="left">Kontrol perbankan yang dilakukan Cassel di Mesir secara efektif mendorong Perancis dan <em>Ottoman Bank</em> keluar dari Mesir. Untuk menggantikan kerugian atas <em>Entente Cordiale</em> adalah pemberian konsesi kepada Perancis atas Maroko sebagai – apa yang disebut – daerah protektorat.</p>
<p align="left">Demikianlah pengepakan yang perlahan<em> </em>dan pembagian menjadi<em> </em>kesatuan-kesatuan ‘perbankan’ nasional dari Umma Islam, yang secara politis didefinisikan oleh Barat sebagai Kerajaan Ottoman, dicapai dengan sendirinya<em> </em>oleh adanya kolaborasi Yahudi-Kristen yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar Eropa. Sehingga pemerintah Inggris meminta Cassel, sebagai bagian dari protokol-protokol <em>Entente Cordiale</em>, untuk merancang suatu pinjaman bagi pemerintah Maroko. Cassel mendesak agar ia memiliki kendali atas dana tersebut. Sehingga <em>National Bank of Morocco</em> terwujud. Untuk keberhasilan ini Cassel menerima <em>Legion of Honour</em>, sebuah gelar kebangsawanan dan sebidang tanah Maroko seluas 100.000 are.</p>
<p align="left">Pada tahun 1888, Siemens dari <em>Deutsche Bank</em> mendapatkan konsesi bagi<em> </em>jalan-jalan kereta api di Anatolia untuk membangun jalur dari Haidar Pasha di pesisir Asia dekat Istanbul ke Ankara dan dari Eskishehr ke Konya. Pada tahun 1896 Siemens merencanakan untuk memperpanjang jalan kereta api ke Baghdad dan Basra. Di saat inilah Kaiser Wilhelm membuat kunjungan kenegaraan ke Istanbul dan terus ke Yerusalem dan Damaskus di tahun 1898.</p>
<p align="left">Selama kunjungannya ini Kaiser Wilhelm menyapa Khalifah sebagai pemimpin 300 juta umat Muslim. Di Damaskus ia meletakkan karangan bunga di makam Salahuddin. Pada tahun 1899 Abdalhamid menandatangani Keputusan Sultan yang memberi kuasa atas <em>Imperial Ottoman Baghdad Railway</em>. Lagi-lagi tokoh-tokoh yang sama muncul mendorong minat-minat negara-negara – Perancis, Jerman, Inggris tetapi tentu saja selalu menyangkut masalah apakah pinjaman-pinjaman dan kontrak-kontrak ditangani oleh Rothschild atau oleh Cassel atau oleh sepupu-sepupu ‘Perancis’ mereka.</p>
<p align="left">Tahun 1907. Kaiser Wilhelm mendesak agar konsesi <em>Baghdad Railway</em> berada di tangan Jerman. Setahun kemudian pemberontakan <em>Young Turks</em><sup>16)</sup> melawan Sultan terjadi. Salah satu protes mereka adalah jaminan Pemerintah Kerajaan Ottoman bagi jalur kereta api sementara pembayaran angkatan bersenjata secara serius tertunggak. Namun gejolak yang dimaksudkan untuk mengoncang kekalifahan bukanlah berlandaskan pemberontakan militer pribadi, tetapi lebih merupakan peperangan bergaung di antara bank-bank besar dengan sekelompok kecil keluarga yang saling menikahi yang menginginkan keuntungan-keuntungan masuk ke boks-boks mereka dan bukannya sepupu-sepupu mereka.</p>
<p align="left"><em>Ottoman Bank</em>, atau Perancis jika anda seorang ahli sejarah yang berpikiran kuno dan <em>Deutsche Bank</em> atau Jerman melakukan manuver bagi pembangunan jalan kereta api. <em>Young Turks </em>antri untuk menerima pinjaman dari Inggris, yaitu pinjaman dari Bank Baring. Cassel dengan segera membalas dengan pembayaran di muka dalam bentuk pinjaman sebesar £1,5 juta yang sudah disepakati dalam kontraknya dengan <em>Ottoman Bank</em> untuk tahun berikutnya. Dalam bulan yang sama, pembentukan <em>National Bank of Turkey</em> diumumkan dengan modal awal sebesar£3 juta dan selanjutnya sebesar £2 juta jika konsesi dikabulkan untuk mendirikan <em>Land Bank</em>, berdasarkan model perbankan Mesir milik Cassel yang sukses.</p>
<p align="left">Di antara direktur-direktur Bank ‘Nasional’ terdapat Sir Adam Block, pengurus administrasi pada Komisi Hutang Ottoman dan Presiden Dewan Perdagangan Inggris, berbagai pemimpin <em>Young Turks </em>dan Lord Revelstoke, sebut saja mantan seorang Baring dan seorang direktur Bank Baring. Ini merupakan salah satu tindakan-tindakan terakhir Abdalhamid – ia menandatangani Keputusan Sultan yang mengesahkan <em>National Bank</em> milik Ernest Cassel pada tanggal 5 April tahun 1908. Ini menggerakkan pemberontakan-pemberontakan dan kontra-pemberontakan-pemberontakan yang mengakibatkan pengunduran diri<em> </em>Khalifah Abdalhamid demi saudara laki-lakinya yang terpenjara dalam<em> </em>istana. Sementara itu dalam £1 juta pinjaman kota praja Istanbul terlihat <em>National Bank</em> beraksi. <em>Banque de Salonique</em> dan para broker Yahudi Inggris, Keyser, berjuang untuk mendapatkan hak istimewa atas pinjaman tersebut.</p>
<p align="left">Pada tahap ini ketamakan yang luar biasa dari para bankir telah nyata-nyata menegaskan bahwa kebangkitan warganegara akan sia-sia bagi kerajaan Usmani.</p>
<p align="left">Pada tahun 1911, <em>Deutsche Bank</em> telah mengamankan <em>Baghdad Railway</em> sebagai proyek mereka. Pemerintah Kerajaan Ottoman menandatangani pada bulan Maret. Sementara Djavid Bey sedang merencanakan masak-masak hutang-hutang Pemerintah Kerajaan Ottoman. Ia mencari suatu pinjaman baru dari (apa yang disebut) <em>Ottoman Bank</em>. Menteri Luar negeri Prancis mendesak untuk adanya pengendalian atas keuangan negara Ottoman sebagai jaminan dan penarikan diri Maghrib <sup>17)</sup> secara penuh ke Perancis. Pemerintah Prancis  tidak tahu bahwa ada sebuah perjanjian<em> </em>rahasia antara <em>Ottoman Bank</em> dan <em>Deutsche Bank</em> yang saling menjamin 30% atas keikutsertaan dalam setiap proyek di Turki. Djavid Bey mengakhiri dengan suatu pinjaman senilai £6 juta yang akan disusul dengan £5 juta pada tahun 1911 dari <em>Credit Mobilier</em>. Itu pada gilirannya menetapkan kekuatan-kekuatan Eropa – yaitu keluarga-keluarga perbankan – satu lawan yang lain.</p>
<p align="left">Apa yang disebut sebagai Komite Persatuan dan Kemajuan telah menguras kekayaan negara dan menggantikannya dengan sistem  hutang riba secara fatal telah merusak negara. ‘Perancis’ – seperti yang tetap saja kita bayangkan – memiliki kontrak untuk membangun suatu sistem jalan yang baru. Jerman memiliki kontrol atas angkatan bersenjata. Inggris sedang memperbaharui armadanya. Seorang inspektur Jenderal Inggris menjalankan Bea Cukai. Sementara setiap orang berselisih pendapat mengenai syarat-syarat pinjaman <em>Credit Mobilier</em>, Pemerintah Kerajaan Ottoman mengumumkan bahwa <em>Deutsche Bank</em> telah merancang suatu konsorsium untuk membawa pinjaman sebesar £11 juta, diamankan terhadap pajak penghasilan Istanbul. Untuk menghadapi hal ini Cassel mengajukan penggabungan <em>Ottoman Bank</em> dan <em>National Bank</em>, tetapi ia terlambat.</p>
<p align="left">Plot-plot<em> </em>Cassel yang terakhir berada dalam apa yang disebut <em>Turkish Petroleum Company</em>. Dalam lautan hiu – <em>Royal Dutch Shell, Gulbenkian, Deutsche Bank, Anglo–Persian Oil</em> – Cassel berjuang untuk mendapatkan bagiannya atas minyak di Mesopotamia. Kalah dalam penawaran, Cassel mengundurkan diri. Tahun 1914 tampaklah Cassel meninggalkan ekploitasinya di Turki, karena menyadari bahwa keuntungan tidak dapat bertambah lagi sampai bencana yang baru menerpa. Ketika Cassel meninggal ia menyatakan : “Saya memiliki segalanya di dunia yang tidak saya inginkan, dan yang saya inginkan tidak saya miliki.” (ALLFREY: Edward VIII dan dewan Yahudinya). Anak gadisnya, Edwina, menikahi Lord Mountbatten. Di antara begitu banyak perselingkuhan yang ia lakukan adalah skandalnya dengan Nehru yang memihak kaum Hindu India atas kaum Muslim dalam Pembagian Wilayah dan perbudakan bagi<em> </em>Kashmir.</p>
<p align="left">Semua lembaga-lembaga<em> </em>dan metode-metode<em> </em>perbankan terpenting yang meraup kekayaan yang melimpah milik negara Usmani akan meneruskan langkah serakah mereka hingga akhir abad ke-20. Baru sekarang dalam fase sekarang ini keluarga-keluarga yang sama ini dapat dilihat menghisap darah <em>European Union</em> (persekutuan Eropa), Rusia dan Amerika sendiri, korban terakhir para bankir – untuk perbankan sendiri, seperti kanker yang pada akhirnya menghancurkan organisme induknya.</p>
<p align="left">(KEMBALINYA KEKHALIFAHAN, oleh Shaykh Dr. Abdalqadir As-Sufi, diterjemahkan oleh: Abbas Firman, Ribat Rasulullah, 2003)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamhariini.com/2011/12/21/islam-hari-ini-jatuhnya-kekhalifahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: islamhariini.com @ 2013-05-22 06:13:06 -->