Home / Faidah / 11 KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN

11 KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN

Termasuk dari keistimewaan – keistimewaan bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:

1. Pada bulan Ramadhan diwajibkannya puasa.

Puasa Ramadhan merupakan rukun keempat dari rukun-rukun Islam dan merupakan pondasi Islam yang agung, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Islam dibangun di atas 5 pondasi  : Persaksian bahwasanya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah. (Muttafaqun ‘Alaihi)

Hal tersebut termasuk dari perkara agama yang telah diketahui secara umum dan telah disepakati oleh kaum muslimin bahwasanya ibadah puasa di bulan Ramadhan termasuk dari ibadah yang wajib dari kewajiban-kewajiban yang Allah ta’ala tetapkan.

2. Kewajiban melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan bersifat fardhu ‘ain, yaitu wajib bagi setiap muslim untuk melaksanakannya.

Berdasarkan firman Allah ta’ala:

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ

Maka barangsiapa diantara kalian menyaksikan (hadir di negerinya) bulan Ramadhan maka wajib baginya untuk berpuasa. (Al Baqarah: 185)

3. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia  kepada jalan kebenaran dan bimbingan yang mulia, serta akan menjauhkan manusia dari jalan yang menyimpang dan penuh kesesatan.

Allah ta’ala berfirman

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

Bulan Ramadhan yang telah diturunkan di dalamnya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelas dari petunjuk dan pembeda. (Al Baqarah: 185)

4. Pada bulan Ramadahan dibuka pintu-pintu Al Jannah dan ditutup pintu-pintu An Naar

Hal ini karena banyaknya amalan-amalan shalih yang disyariatkan pada bulan Ramadhan yang akan memasukkan pelakunya ke dalam Al Jannah. Dan pada bulan tersebut ditutup pintu-pintu An Naar karena sedikitnya orang yang berbuat maksiat dan dosa-dosa yang akan memasukkan pelakunya ke dalam An Naar.

5. Pada bulan tersebut para setan dibelenggu dan diikat.

Hal ini karena kekuatan para setan menjadi lemah untuk bisa menyesatkan orang-orang yang taat dan memalingkan mereka dari amalan yang shalih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

Jika telah datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu Al Jannah dan ditutuplah pintu-pintu An Naar dan para setan dibelenggu. (HR. Bukhari, Muslim, An Nasa’i).

6. Pada bulan Ramadhan Allah ta’ala memiliki hamba-hamba yang akan dibebaskan dari An-Naar.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

Sesungguhnya Allah tabaraka wata’ala setiap kali saat berbuka memiliki hamba-hamba yang berhak untuk dibebaskan dari An Naar, yang demikian itu terjadi pada setiap malam. (HR. Ibnu Majah, Ahmad, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani).

7. Pada bulan Ramadhan Allah Ta’ala melimpahkan ampunan.

Allah Ta’ala melimpahkan ampunan kepada orang-orang yang melaksanakan puasa Ramadhan atas dasar keimanan yang jujur dan mengharapkan pahala di sisi Allah ta’ala berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala maka dia akan diampuni dari dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaqun ‘Alaihi).

8. Pada bulan Ramadhan disunnahkan untuk melaksanakan ibadah shalat tarawih.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda:

Barangsiapa yang menegakkan shalat malam (tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala maka dia akan diampuni dari dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaqun ‘Alaihi).

9. Pada bulan tersebut terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Barangsiapa yang dia mendapatkan malam ini dan menghidupkannya maka dia akan mendapatkan ampunan dari Allah ta’ala, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

Sesungguhnya bulan (Ramadhan) ini telah datang kepada kalian, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang diharamkan dari mendapatkan malam tersebut maka sungguh dia telah diharamkan dari kebaikan seluruhnya, dan tidaklah diharamkan dari mendapatkan kebaikan malam tersebut kecuali mereka yang memang orang yang diharamkan untuk mendapatkannya.(HR. Ibnu Majah)

Dan juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadr atas dasar keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala maka dia akan diampuni dari dosa-dosanya yang telah lalu.(Muttafaqun ‘Alaihi)

10. Bahwasanya ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan pada tahun ini dan tahun sebelumnya akan menghapuskan dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara keduanya dengan syarat dia harus menjauhi dosa-dosa besar.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

Shalat-shalat yang lima waktu, shalat Jum’at yang satu ke Jum’at yang berikutnya, dan puasa Ramadhan yang satu ke Ramadhan berikutnya akan menghapuskan dosa-dosa kecil di antara keduanya jika ia meninggalkan dosa-dosa besar. (HR. Muslim, Ahmad).

11. Pada bulan  Ramadhan pernah terjadi beberapa peristiwa penting.

Pada bulan ini terjadi beberapa peristiwa penting seperti : perang Badr Kubra , terjadi Fathu Makkah, Allah ta’ala memberikan pertolongan-Nya kepada kaum muslimin di medan pertempuran Hithin dan berhasil mengalahkan kaum salibis (Nasrani) pada pertempuran tersebut, sehingga Baitul Maqdis kembali ke pangkuan kaum muslimin, kaum muslimin mengalahkan sejumlah besar pasukan Tartar.

Inilah gambaran secara umum dari keistimewaan bulan Ramadhan dan keutamaan-keutamaannya yang banyak serta barakahnya yang melimpah.

BACA JUGA : CARA AHLUS SUNNAH MENYAMBUT RAMADHAN

About cahaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *